Muhammad Bahrunna’im alias Naim mendengarkan vonis hakim di Pengadilan Negeri Solo, Kamis (9/6/2011). Bahrun Naim divonis 2 tahun 6 bulan penjara atas dakwaan kepemilikan amunisi. (Dok/JIBI/Solopos)
Rabu, 6 Desember 2017 19:00 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Sempat Kontak Keluarga di Solo, Bahrun Naim Diyakini Masih Hidup

Bahrun Naim masih sempat mengontak keluarganya pada Oktober lalu. Keluarganya meyakini dia masih hidup.

Solopos.com, SOLO — Pimpinan anggota Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) asal Indonesia, Bahrun Naim, diketahui telah menghubungi keluarganya di Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, pada awal Oktober lalu. Hal itu diugkapkan pengacara keluarga Bahrun Naim, Anies Prijo Ansharie, dalam jumpa pers di Kompleks Stadion Manahan, Solo, Rabu (6/12/2017).

“Bahrun Naim masih sering menghubungi keluarga meskipun hanya sekedar menanyakan kabar. Terakhir berkomunikasi dengan keluarga sekitar Oktober setelah itu putus komunukasi sampai sekarang,” ujar Anies.

Anies mengatakan pihak keluarga sampai sekarang belum mendapatkan kabar resmi dari pihak pemerintah terkait meninggalnya Bahrun Naim di Suriah. Teman-teman Bahrun Naim juga belum ada yang mengabarkan kondisi terakhir di sana.

“Kami menegaskan keluarga di Semanggi sudah ikhlas jika benar Bahrun Naim meninggal dunia di Suriah. Namun, sampai sekarang keluarga masih meyakini Bahrun Naim masih hidup,” kata dia.

Ia mengakui kabar meninggalnya Bahrun Naim di Suriah juga sudah menyebar di grup aplikasi Whatsapp. Pemerintah dalam hal ini memiliki kewajiban untuk mencari kebenaran kabar tersebut karena Bahrun Naim tercatat sebagai warga Indonesia.

“Kami sampai sekarang juga tidak diajak komunikasi aparat penegak hukum untuk membantu mencari kebanaran kabar itu. Keluarga sangat menanti kabar terakhir Bahrun Naim,” kata dia.

Ia mengatakan keluarga masih menganggap Bahrun Naim sebagai keluarga besar serta sebagai anak. Terkait maraknya aksi-aksi yang dilakukan Bahrun Naim, keluarga tidak terlibat.

“Kami berharap dalam waktu dekat ada kabar pasti terkait keberadaan Bahrun Naim di Suriah dari pemerintah. Kalau dibiarkan simpang siur seperti ini keluarga justru menjadi cemas,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…