Pekerja Dishub Solo memasang rambu larangan parkir di Pasar Rakyat Klewer Solo, Kamis (4/5/2017). (JIBI/Solopos/M. Ferry Setiawan) Pekerja Dishub Solo memasang rambu larangan parkir di Pasar Rakyat Klewer Solo, Kamis (4/5/2017). (JIBI/Solopos/M. Ferry Setiawan)
Rabu, 6 Desember 2017 10:35 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

Regenerasi HPPK Molor 2 Tahun Akibat Kebakaran Pasar Klewer Solo

Pengurus HPPK segera melakukan regenerasi.

Solopos.com, SOLO — Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) Solo segera melakukan regenerasi organisasi. Regenerasi  HPPK tertunda tertunda hampir dua tahun akibat bencana kebakaran yang menghanguskan Pasar Klewer barat akhir 2014 silam.

Proses regenerasi segera dimulai dan puncaknya HPPK akan menggelar Musyawarah Anggota pada Februari 2018. Menurut pejabat Humas HPPK, Kusbani, ada pekerjaan berat yang akan dihadapi pengurus HPPK periode 2018-2020.

Enam bulan pascarevitalisasi Pasar Klewer, HPPK mencatat sedikitnya ada enam persoalan yang harus disampaikan pengurus HPPK kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dan mendorong pemerintah bisa mencari solusi atas masukan dan evaluasi dari pedagang. Persoalan itu masih berkaitan dengan upaya pedagang untuk bangkit kembali setelah terpuruk akibat bencana kebakaran.

“Ya, jadi paguyuban pedagang itu kan salah satu fungsinya adalah menjadi jembatan antara suara dan keinginan pedagang dengan pemerintah. Pengurus HPPK yang akan beregenerasi Februari mendatang, harus bisa menjalankan fungsi ini, apalagi selama menempati bangunan pasar yang baru, ada beberapa bahan evaluasi yang perlu disampaikan kepada pemerintah,” papar Kusbani, saat berbincang dengan wartawan, di Kantor HPPK Kompleks Masjid Agung Solo, Selasa (5/12/2017).

Evaluasi itu menyangkut beberapa hal antara lain, masih banyaknya pedagang bermobil yang beroperasi di area Taman Parkir, arus lalu lintas di depan Pasar Klewer Jl. dr. Radjiman yang masih sering semrawut, akses masuk ke pasar yang justru sering dipakai nongkrong pengunjung, akses ke parkir basement yang kurang nyaman karena turunan dan belokan yang curam, serta munculnya pasar baru di lingkungan Pasar Klewer, salah satunya di wilayah Kauman.

Kondisi tersebut sangat mempengaruhi tingkat kunjungan ke Pasar Klewer. “Pedagang juga sangat membutuhkan dukungan dari perbankan dan pemerintah untuk memulihkan sepenuhnya kepercayaan penyuplai barang,” tutur Kusbani.

Untuk bisa melaksanakan tugas ini, kata Kusbani, HPPK perlu meregenerasi kepengurusan. Pengurus HPPK adalah pedagang yang bisa mengayomi 2.375 pedagang di Pasar Klewer.

Ketua HPPK, Abdul Kadir, pascakebakaran Pasar Klewer telah menyerahkan tugasnya kepada Plt. Nasir. Abdul Kadir sempat mengalami depresi akibat bencana tersebut. Namun, untuk saat ini kesehatan Abdul Kadir sudah membaik.

Kusbani mendorong pedagang usia muda masuk dalam kepengurusan agar muncul gagasan-gagasan baru yang mampu merealisasikan program utama HPPK, yakni menyejahterakan pedagang.

Belum lama ini, Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Sigit Prakoso, menyatakan Disdag bakal mengevaluasi operasional Pasar Klewer sisi barat pascarevitalisasi.

Evaluasi akan melibatkan akademisi. Evaluasi akan menyasar semua aspek mulai dari fisik bangunan, fasilitas sarana dan prasarana yang ada di pasar, tingkat kunjungan, hingga pengaruhnya terhadap omzet pedagang.

lowongan pekerjaan
Impressions Body Care Center, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…