Raja Salman (Foxnews) Raja Salman (Foxnews)
Rabu, 6 Desember 2017 22:45 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

Raja Salman Sebut Rencana Pemindahan Kedubes AS di Israel Lukai Hati Muslim

Raja Salman menyebut rencana pemindahan Kedubes AS di Israel melukai hati muslim.

Solopos.com, SOLO – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud, dikabarkan mendapat telepon dari Presiden Donald Trump soal pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem. Selain Raja Arab Saudi, Donald Trump juga menghubungi Raja Yordania, Raja Abdullah II, dan Presiden Mesir, Abdel Fattah Al Sisi.

Dalam pembicaraan itu, ketiga pemimpin negara Arab tersebut kompak melarang Donald Trump melakukan pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem. Mereka menilai langkah AS sangat berbahaya dan akan menggagalkan upaya perdamaian antara Israel dan Palestina.

Raja Salman menambahkan, pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem justru memberikan efek negatif dan menyinggung umat muslim di negara lain. “Langkah besar AS tentu akan mendatangkan bahaya lantaran melukai umat muslim di berbagai negara. Pasalnya, di Yerusalem ada masjid kebanggaan umat Islam, Masjid Al Aqsa. Selain itu, Yerusalem juga termasuk salah satu kota suci bagi muslim,” ungkap Raja Salman dalam sebuah pernyataan resmi seperti dikutip Solopos.com dari Arab News, Rabu (6/12/2017).

Raja Salman khawatir, langkah AS tersebut bakal meningkatkan ketegangan antara Israel dan Palestina. Sebab, selama ini telah banyak pihak yang mberupaya keras mendamaikan kedua negara tersebut. “Arab Saudi sangat prihatin soal keputusan AS ini. Arab Saudi memberi dukungan penuh kepada Palestina dalam membangun Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara. Arab Saudi mendukung warga Palestina dan hak historis mereka,” sambung Raja Salman.

Senada dengan Raja Salman, Raja Yordania dan Presiden Mesir menilai keputusan Donald Trump sangat berisiko. Mereka khawatir tindakan ini merusak peluang perdamaian dan memperumit masalah di Timur Tengah.

Wacana pemindahan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem tersiar sejak awal Desember 2017 lalu. Menurut kabar yang beredar, Donald Trump telah menelepon Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Dia mengatakan rencana pemindahan itu segera direalisasikan.

 

LOWONGAN KERJA
PAUD EL-MEDINA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…