Pangkas pohon perindang (JIBI/Solopos/Dok)
Rabu, 6 Desember 2017 17:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Pohon di Kota Madiun Dipangkas, 3 Meter dari Tanah Bebas Ranting & Daun

Pohon di tepi jalan Kota Madiun dipangkas.

Solopos.com, MADIUN — Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun mengerahkan personel untuk memangkas dahan serta ranting sejumlah pohon. Upaya itu ditempuh untuk mengantisipasi cuaca buruk pada musim hujan tahun ini.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengatakan pemangkasan dahan dan ranting tersebut merupakan bagian dari perawatan ribuan tanaman dan pohon.

“Pohon di tepi jalan harus memiliki fungsi lindung dan ekologi. Tetapi tidak boleh menganggu pemakai jalan, terutama saat musim hujan yang rawan tumbang. Terlebih, cuaca saat ini sedang tidak menentu,” ujar Soeko kepada wartawan di Madiun, Rabu (6/12/2017).

Dia menambahkan jarak tiga meter dari tanah harus bersih dari ranting dan daun. Jarak tiga meter tersebut, merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Madiun.

“Harapannya, agar tidak menganggu masyarakat, mulai pejalan kaki hingga pengendara. Namun, bukan berarti dipangkas habis. Fungsi keindahan dan peneduh tetap harus dijaga,” kata dia.

Soeko menyebutkan ada sekitar 7.000 pohon di Kota Madiun yang ditangani dan dirawat oleh dinasnya. Mulai pohon besar hingga yang tanaman bunga yang ada di ruang terbuka hijau (RTH) kota setempat.

Dia menambahkan perawatan bukan hanya soal pemangkasan ranting dan dahan, kondisi pohon juga diperiksa. Sebab, kondisi pohon seringkali menipu. Seperti, pohon terlihat masih kokoh dari tampakan luarnya, namun, sebenarnya dalamnya telah keropos.

Soeko menambahkan, perawatan dan pemangkasan pohon tersebut melibatkan sekitar 80 petugas. Mereka terbagi di beberapa titik saat bertugas. Peralatan yang digunakan juga sudah cukup lengkap.

“Mulai dari gergaji mesin, arit, dump truck, hingga kendaraan crane tangga dengan jangkauan ketinggian hingga 10 meter,” kata dia. Pihaknya berharap, dengan upaya-upaya tersebut kejadian bencana pohon tumbang akibat angin puting beliung dapat diantisipasi.

lowongan pekerjaan
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…