Foto ilustrasi DPRD Kabupaten Bantul (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Rabu, 6 Desember 2017 16:40 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PKS Bantul Sebut Kunker saat Pemulihan Bencana Tidak Etis

Dari Dewan hingga perangkat desa pilih plesir dengan alasan kunker.

Solopos.com, BANTUL— Puluhan anggota DPRD Bantul memlilih kunjungan kerja (kunker) ke Makasar dan Palembang di saat pemulihan pasca-bencana banjir dan longsor belum selesai di wilayah ini.

Namun, sebagian kecil anggota dewan memilih tidak ikut kunker. Salah satunya Fraksi PKS. Ketua Fraksi PKS DPRD Bantul Amir Syarifudin mengaku sengaja tak mengikuti kunker ke Pemkot Palembang. Salah satu pertimbangannya, penanganan bencana masih belum selesai. Bahkan ia juga menginstruksikan seluruh anggota fraksinya untuk tak mengikuti kunker. Kalaupun ada, Amir bakal meminta tiga anggota fraksinya untuk segera pulang. “Tidak etis kalau ikut,” tuturnya, Selasa (5/12/2017).

Sebelumya, Plt Sekretaris DPRD Bantul, Helmi Jamharis mengatakan kunker ini akan dilaksanakan sejak Senin (4/12/2017) hingga Kamis (7/12/2017) mendatang. Ini merupakan bagian dari pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) yang dibahas pada triwulan IV.

Menurutnya puluhan anggota dewan yang kunker ini terbagi dalam empat pansus raperda. Yaitu pansus raperda tentang pengelolaan zakat, raperda tentang penyertaan modal, raperda tentang pengelolaan limbah cair dan raperda tentang pelimpahan pendidikan yang ditargetkan tuntas tahun ini.

Baca juga : BADAI CEMPAKA : 4 Dusun di Bantul Masih Terisolasi

Kepergian para pejabat di pemerintahan saat masa pemulihan bencana akibat dilanda banjir dan longsor sebagai dampak Badai Cempaka akhir November lalu, tak hanya dilakukan oleh anggota DPRD Bantul saja, camat dan sebagian perangkat desa di Bantul juga beramai-ramai plesir ke luar daerah dengan dalih kunker.
?

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…