Rabu, 6 Desember 2017 08:40 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Petani Bantul Dilanda Kebingungan, Ada Apa?

Petani dilanda kebingungan.

Solopos.com, BANTUL— Seminggu pasca-banjir yang melanda wilayah Bantul, petani di Kecamatan Kretek kebingungan apa langkah yang akan mereka ambil terkait bercocok tanam.

Analis Data Kecamatan Kretek, Suparyono mengatakan para petani yang terdampak banjir belum tahu kapan mulai kembali berbenah atau menanam.

“Para petani belum ada gambaran karena belum ada modal. Saat ini baru sedikit berbenah untuk membersihkan sampah-sampah,” ujarnya Selasa (5/12/2017).

Kerusakan persawahan atau yang mengalami gagal panen sendiri sekitar 10 hektare yang tersebar di beberapa desa. Diantaranya Tirtohargo delapan hektare, Tirtosari satu hektare, Donotirto satu hektare. Dikatakannya pula, tidak hanya persawahan yang rusak, namun juga ada tanggul yang rusak.

Namun dia mengatakan, para petani masih bersyukur karena dampak yang ditimbulkan tidak cukup banyak, karena pertanian di daerah itu baru ditanami padi bukan bawang merah. “Masih beruntung karena baru masuk masa tanam padi bukan bawang merah, kalau pas bawang mungkin kerugian akan lebih besar lagi,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…