Wakhit menunjukkan sprei hasil produksi KUBE Sejahtera, Selasa (5/12/2017). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak) Wakhit menunjukkan sprei hasil produksi KUBE Sejahtera, Selasa (5/12/2017). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
Rabu, 6 Desember 2017 12:55 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Penjualan Produk Kube Sejahtera Jangkau Luar Negeri

Kube tersebut mulanya didirikan pada 2014 lalu dengan 10 anggota dari keluarga miskin

Solopos.com, SLEMAN-Kelompok Usaha Bersama (Kube) Sejahtera Dusun Nambongan, Caturharjo, meraih juara pertama dalam Evaluasi Kube dan Pendamping Berprestasi tahun ini. Penjualan produksi Kube ini saat ini menjangkau luar negeri.

Ketua KUBE Sejahtera Ahmad Ngirfatul Wakhit mengatakan, Kube tersebut mulanya didirikan pada 2014 lalu dengan 10 anggota dari keluarga miskin. Modal awal hanya Rp1 juta hasil iuran dari seluruh anggota. Di tahun 2015, lanjutnya, Kube yang bergerak di bidang konveksi dengan produk sprei dan hijab ini mendapat bantuan program penumbuhan Kube sebesar Rp20 juta dari Dana Dekonsetrasi Dinsos DIY.

Pada 2016 Kube Sejahtera menjadi Kubeberprestasi tingkat Kabupaten Sleman dan maju tingkat DIY pada 2017 meraih juara 1. “Alhamdulillah diajukan ke tingkat nasional kami juga bisa meraih juara satu lagi,” jelas dia, Selasa (5/12/2017).

Wakhit menambahkan, kelompok tersebut saat ini memiliki usaha jahit serta sablonase yang dikelola oleh 10 anggota, empat anggota pengembangan dan 11 sub penjahit. Selama ini, pihaknya mampu memproduksi 40 buah sprei perhari dan 300 hijab perminggu. Perbulan omzet yang didapat Kube ini antara Rp8-9 juta perbulannya.

“Pemasaran hijabnya sudah menjangkau Singapura dan Malaysia, karena kami juga melakukan penjualan secara online,” tambah Wakhit.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman Sri Murni Rahayu menyampaikan, Kube tersebut mewakili DIY untuk berkompetisi dengan 34 provinsi lainnya. Masing-masing kelompok dan pendamping melakukan presentasi dan menunjukkan bukti pada tim penilai. Kube Sejahtera mendapatkan piagam dan uang pembinaan Rp15 juta, sedangkan Pendamping Berprestasi mendapatkan piagam dan uang pembinaan Rp7 juta.

Para pemenang juga menerima penghargaan pada puncak acara Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang dipusatkan di Surabaya pada 20 Desember 2017. Menurutnya, evaluasi KUBE Berprestasi merupakan salah satu bentuk pembinaan terhadap kelompok Kube yang secara rutin diselenggarakan Dinsos. Untuk tahun 2018 nanti, Sleman akan mewakilkan Kube FM Sejahtera XII dari Yapah, Sukoharjo, Ngaglik untuk mengikuti evaluasi Kube tingkat DIY.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui dan mengukur perkembangan Kube, memberikan motivasi, dan memberikan bantuan stimulan tambahan berupa pemberian hadiah dan uang pembinaan,” katanya.

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…