Sejumlah siswa SMK Negeri 1 Tanjungsari mengevakuasi perabot dan arsip penting sekolah menggunakan perahu karet saat banjir merendam sekolah mereka di Desa Kemadang, Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (28/11/2017). (Harian Jogja/Desi Suryanto) Sejumlah siswa SMK Negeri 1 Tanjungsari mengevakuasi perabot dan arsip penting sekolah menggunakan perahu karet saat banjir merendam sekolah mereka di Desa Kemadang, Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, Selasa (28/11/2017). (Harian Jogja/Desi Suryanto)
Rabu, 6 Desember 2017 06:20 WIB Irwan A Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Pemkab Gunungkidul Tetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Pascabencana

Status masa darurat bencana selama sepekan berakhir pada Selasa (5/12/2017)

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Status darurat bencana telah berakhir, Bupati Gunungkidul pun mengeluarkan surat keputusan tentang penetapan status transisi darurat ke pemulihan bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Dengan keputusan ini diharapkan penanganan dengan cepat.

Bupati Gunungkidul Badingah menyatakan, telah menetapkan status transisi darurat ke pemulihan banjir dan tanah longsor. Hal itu dilakukan setelah status masa darurat bencana selama sepekan berakhir pada Selasa (5/12/2017) dan posko darurat di Bangsal Sewoko Projo pun telah ditutup.

“Meskipun statusnya sudah berubah tapi nanti saya masih akan menyisir kalau masih ada titik-titik kerusakan yang masih belum terdata. Dengan begitu nanti penangananya akan dapat dilakukan dengan cepat,” kata Bupati, Selasa (5/12/2017).

Setelah dikeluarkan keputusan tersebut maka Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul akan bergerak cepat. Kasi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul Sutaryono menambahkan, dengan adanya surat keputusan bupati diharapkan mempercepat penanganan pascabencana yang disebabkan Badai Cempaka.

“Penanganan korban bencana harus segera dilaksanakan, kasihan masyarakat korban bencana,” katanya.

Dia mengatakan, penanganan akan difokuskan pada pembangunan rumah, jembatan dan jalan yang rusak. Bencana yang disebabkan Badai Cempaka menyebabkan banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang mengakibatkan kerugian harta benda, sehingga perlu penanganan optimal.

Namun, BPBD bersama dengan seluruh camat masih melakukan pendataan yang valid mengenai kerusakan sehingga diharapkan bantuan bisa tepat sasaran. “Secepatnya jika data sudah masuk akan segera memberikan bantuan,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…