Okan Cornelius (Kharisma Dhita Retnosari/JIBI/Solopos)
Rabu, 6 Desember 2017 13:10 WIB JIBI/Solopos.com/Okezone Issue Share :

Okan Ogah Tanggapi Permintaan Maaf Sammy Simorangkir

Okan menyebut belum ada itikad baik dari Sammy Simorangkir terkiat tulisannya di media sosial.

Solopos.com, JAKARTA – Permintaan maaf Sammy yang disampaikan secara langsung tidak dianggap Okan Cornelius sebagai itikad baik. Pria kelahiran Jerman, 38 tahun silam tersebut menantang Sammy untuk meminta maaf dengan cara yang sama dengan penyampaian tuduhan padanya.

Menurut Okan, Sammy harus menyampaikan permintaan maaf melalui sosial media. Sebab, penuturan bahwa Okan adalah sosok homoseksual diawali dengan postingan Sammy belum lama ini.

“Sampai sekarang sih mereka belum ada itikad baik, meskipun secara lisan diutarakan pernah meminta maaf,” kata Okan Kornelius di kawasan Cinere, Depok. “Karena dia telah mencemarkan nama baik via media sosial. jadi secara etikanya dia harus minta maaf via media juga,” sambung Okan.

Sejatinya Okan dan Sammy Simorangkir telah sepakat untuk adanya permintaan maaf secara tertulis via sosial media. Hal ini disepakati saat keduanya berhadapan dengan pendeta.

“Seharusnya sesuai dengan kesepakatan kita dia minta maaf lewat media karena sudah sepakat juga waktu itu di depan pendeta saya, om Gilbert. Kita tunggu saja,” papar bapak satu orang anak ini.

Dalam kesempatan yang sama, Okan menyampaikan bahwa hal tersebut harus dilakukan Sammy tanpa ada permintaan darinya. Menyebarkan hal-hal tidak benar terkait orang lain juga dianggap Okan sebagai salah satu bukti ketidakdewasaan seseorang.

“Itu bukti kedewasaan seseorang. Tidak harus dicari-cari, dikejar-kejar. Lupa enggak mungkin lupa. Seharusnya kalau misalkan sudah merasa dewasa hal-hal seperti ini enggak boleh terjadi,” imbuhnya.

Seperti diwartakan sebelumnya, Sammy Simorangkir menulis di sosial medianya bahwa Okan adalah penyuka sesama jenis. Pelantun tembang Tulang Rusuk tersebut juga menuturkan bahwa apa yang dilakukan Okan Cornelius selama ini hanyalah pencitraan untuk menutupi identitas yang sebenarnya.

“Okan Cornelius itu H**o yg pencitraan… jadi begitu ceritanya !! biar kaga banyak yg nanya lg.. cukup sekian dan terima kasih,” tulis Sammy.

 

LOWONGAN KERJA
PAUD EL-MEDINA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…