Pemain Persis Gotong Royong Ronaldo Rubener Wanma (tengah) dengan rekanya melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua ke gawang PSISra, Sragen dalam laga Liga 3 PSSI di stadion Manahan, Solo, Senin (14/7/2017). (Sunaryo HB/JIBI/Solopos) Pemain Persis Gotong Royong Ronaldo Rubener Wanma (tengah) dengan rekanya melakukan selebrasi usai mencetak gol kedua ke gawang PSISra, Sragen dalam laga Liga 3 PSSI di stadion Manahan, Solo, Senin (14/7/2017). (Sunaryo HB/JIBI/Solopos)
Rabu, 6 Desember 2017 07:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 3
Persis GR Harus Waspadai Permainan Spartan Persimura

Liga 3 akan menyajikan laga Persis GR vs Persimura Musi Rawas.

Solopos.com, JEPARA — Persis Gotong Royong (GR) bakal mendapat ujian perdana di babak 32 nasional Liga 3 saat menghadapi Persimura Musi Rawas di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Rabu (6/12/2017) sore WIB. Riky Junian dkk. berpeluang besar melenggang ke babak 16 besar jika mampu melewati hadangan Laskar Lanang Nian, julukan Persimura.

Persimura memang menjadi lawan pertama Persis GR setelah musuh mereka sebelumnya, Bangka Selection, tak hadir dalam laga hari Senin (4/12/2017). Persis GR pun disebut-sebut meraih kemenangan walk over (WO) 3-0 atas absennya Bangka Selection dalam pertandingan. Namun Pelatih Persis GR, Eduard Tjong, enggan berleha-leha dengan keuntungan tersebut.

“Kami masih menunggu keputusan resmi dari PSSI [terkait WO Bangka Selection]. Daripada bergantung dengan poin itu, kami lebih baik fokus pada laga berikutnya melawan Persimura,” ujar Edu, sapaan akrabnya, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (5/12/2017).

Laskar Lanang Nian tak bisa dipandang sebelah mata karena mampu menahan imbang 0-0 juara Liga 3 zona Jawa Timur, Blitar United, di laga perdana mereka di penyisihan Grup H. Anak asuh Jarot Javie ini memiliki permainan spartan cenderung keras khas klub-klub Sumatra. Edu meminta para pemainnya waspada dengan potensi kejut juara Liga 3 zona Sumatra Selatan itu.

“Mereka punya pemain yang spartan dan agresif. Hasil imbang lawan Blitar United menjadi bukti mereka tak bisa diremehkan,” tutur eks Pelatih Timnas U-19 itu.

Meski butuh kemenangan untuk melapangkan jalan ke 16 besar, Persis GR tak akan langsung bermain ofensif untuk mencuri gol. Edu meminta anak asuhnya menjaga keseimbangan sambil mencari peluang menusuk ke pertahanan lawan. Dalam laga nanti, Edu bakal menerapkan formasi 4-4-2 dengan menduetkan Ainudin Devira dan striker anyar, Lambe, di lini depan.

“Kami mewaspadai striker mereka. Saat melawan Blitar United, saya melihat Persimura punya penyerang yang bermobilitas tinggi sekaligus petarung,” ujar Edu.

LOWONGAN PEKERJAAN
PURWACARAKA MUSIC STUDIO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…