Warga di sebuah rumah di Dusun Gotakan I, Desa Gotakan, tetap beraktivitas di dalam rumah, saat banjir berlangsung, Selasa (28/11). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Warga di sebuah rumah di Dusun Gotakan I, Desa Gotakan, tetap beraktivitas di dalam rumah, saat banjir berlangsung, Selasa (28/11). (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 6 Desember 2017 06:55 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Korban Banjir Kulonprogo Bisa Dapat Penjernih Air Gratis

“Kami menyiapkan banyak penjernih air”

Solopos.com, KULONPROGO-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo menyiapkan bantuan berupa penjernih air yang bisa diakses korban banjir secara cuma-cuma.

Kebersihan air di lokasi terdampak banjir mendapatkan perhatian khusus karena dinilai dapat mencegah berbagai penyakit disebabkan bakteri. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinkes Kulonprogo, Bambang Haryatno kepada Harian Jogja, Selasa (5/12/2017).

“Kami menyiapkan banyak penjernih air, di antaranya sudah dibagikan di wilayah Cerme [Panjatan] sebanyak 20 paket,” kata dia.

Dinkes Kulonprogo sudah menyiagakan sebanyak 21 puskesmas di seluruh kecamatan untuk menghadapi bencana tanah longsor dan banjir yang rawan terjadi saat musim hujan. Stok obat-obatan pun ditambah sebagai langkah antisipasi. Tim kesehatan juga langsung diterjunkan saat bencana terjadi, termasuk ditempatkan di sejumlah lokasi pengungsian.

Bambang mengatakan, korban bencana yang sempat tinggal di pengungsian kebanyakan mengalami batuk dan pilek serta gejala penyakit kulit berupa gatal-gatal. Ada juga yang diare meski jumlahnya tidak signifikan.

“Memang airnya jadi kotor waktu rumah mereka terendam. Saat tim turun ke lapangan paska banjir surut, banyak bangkai ternak juga,” ujar Bambang.

Bambang menyatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan instansi terkait lain untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan akibat bencana yang terjadi pekan lalu. Ketersediaan air bersih dianggap sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus. “Kami juga sudah siapkan kaporisasi kalau ada sumur-sumur yang berbau,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…