Warga Purwoharjo bersama relawan berupaya membuka jalan yang tertimbun material longsor di Purwoharjo, Karangtengah, Wonogiri, beberapa waktu lalu. (Istimewa/ Saiful)
Rabu, 6 Desember 2017 21:30 WIB Ahmad Wakid/JIBI/Solopos Politik Share :

Jalan Purwoharjo Wonogiri ke Jatim Tertutup Longsor Setinggi 10 Meter

Material longsor setinggi 10 meter masih menutup jalan Desa Purwoharjo, Karangtengah, Wonogiri, menuju Jatim.

Solopos.com, WONOGIRI — Akses jalan menuju Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, masih belum bisa dilalui kendaraan roda empat meski warga setempat berusaha membuka jalan. Bahkan, di desa tersebut, akses jalan menuju Jawa Timur tidak bisa dilewati sepeda motor.

Warga Purwoharjo, Saiful Rahmat, mengatakan jalan menuju ke Jawa Timur tertutup tanah longsor setinggi 10 meter dengan panjang 20 meter. Jalan tersebut biasanya digunakan warga untuk pergi ke hutan. “Kalau akses utama menuju Kecamatan Karangtengah hingga saat ini baru bisa dilewati sepeda motor,” ujarnya saat dihubungi Espos, Rabu (6/12).

Saiful menyebut kondisi masyarakat saat ini berangsur-angsur membaik. Dia menceritakan, pada Sabtu (2/12/2017) lalu, warga dirinya sempat kehabisan beras karena persediaan beras di sejumlah warung habis. Saat itu, akses menuju Karangtengah masih belum bisa dilewati kendaraan. “Kalau sekarang sudah normal bantuan berdatangan dan akses jalan sudah terbuka,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, memprediksi masih waktu cukup lama untuk membuka akses jalan desa Karangtengah-Purwoharjo agar bisa dilewati kendaraan roda empat setidaknya tiga hari mendatang.

“Kesulitan di sana [Purwoharjo] karena medannya ekstrem sehingga masih kesulitan. Setidaknya masih ada tiga titik longsor yang menutup jalan,” jelasnya.

Menurutnya, ketiga titik longsor di Purwoharjo mempunyai ketinggian bervariatif 7-10 meter. Hal itu dikarenakan tingginya tebing yang longsor langsung menutup jalan di bawah tebing. “Ada dua akses jalan yang tidak bisa dilewati. Ada jalan yang tertimbun longsoran tanah dan ada jalan yang longsor,” jelasnya.

Bambang menambahkan sebanyak 2.142 warga dari 384 keluarga di Kabupaten Wonogiri masih mengungsi. Para pengungsi tersebut berasal dari warga terdampak dan warga yang terancam potensi bencana susulan. Para pengungsi kebanyakan tinggal di pengungsian dan sebagian tinggal di rumah saudara/tetangga.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…