Sindiran Marcell untuk netizen (Instagram @marcellsiahaans) Sindiran Marcell untuk netizen (Instagram @marcellsiahaans)
Rabu, 6 Desember 2017 12:30 WIB JIBI/Solopos.com/Newswire Issue Share :

Ini yang Bikin Marcell Siahaan Ngamuk-Ngamuk di Instagram

Marcell tampak berang dengan orang yang memanfaatkan pertemanan untuk keuntungan pribadi.

Solopos.com, JAKARTA – Penyanyi bersuara lembut, Marcell Siahaan, mendadak garang. Dia yang biasanya menebarkan kalimat positif melalui media sosial mendadak berubah galak. Pelantun Peri Cintaku itu tiba-tiba meluapkan emosi kepada netizen dengan kata-kata kasar.

Dalam unggahannya, pelantun Firasat tersebut mengunggah ulang sebuah foto bertuliskan pembayaran band dari akun milik Yudi. Tulisan tersebut berisi tentang protes terkait pembayaran band yang dibayar dengan angka tak masuk akal, mengingat sederet keperluan dan persiapan manggung yang membutuhkan dana tapi tak disediakan sesuai oleh pihak penyelenggara.

(Baca Juga: Marcell Siahaan Mendadak Ngamuk dengan Kata-Kata Kasar)

Hal itu memicu amarah Marcell yang ikut menyuarakan pendapatnya. Ia menulis soal pemanfaatan pembayaran murah terhadap musisi terkait dengan alasan pertemanan hingga iming-iming meningkatkan talenta lokal.

Ia juga memberikan peringatan agar tidak terlibat dengan pihak-pihak yang bertindak seperti itu.

“Kalau selama ini kita menganggap hanya ‘kapitalis-kapitalis besar’ yang memanfaatkan surplus band-band (utamanya band baru) dan kemudian menarik keuntungan dengan menggratiskan band-band ini ketika manggung, jangan salah, aktivis-aktivis dan pelaku komunitas yang ‘katanya’ idealis ingin memajukan musik lokal ternyata sama bangsat dan bajingannya bahkan lebih jahat: memanfaatkan pertemanan untuk kemudian menawar harga tidak layak dan masuk akal bahkan menggratiskan. Hati-hati teman-teman!” tulis Marcell.

Selain unggahan yang menyiratkan berupa dukungan untuk sesama musisi, hingga saat ini belum ada kejelasan pasti penyebab amarah Marcell di Instagram.

lowongan pekerjaan
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…