Kuncup Bunga Bangkai yang mulai mekar di Hutan Wanagama, Desa Gading, Kecamatan Playen, Rabu (6/12/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Kuncup Bunga Bangkai yang mulai mekar di Hutan Wanagama, Desa Gading, Kecamatan Playen, Rabu (6/12/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Rabu, 6 Desember 2017 21:20 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

FENOMENA GUNUNGKIDUL
Bunga Bangkai Mekar di Hutan Wanagama

Bunga Bangkai atau yang dikenal dengan nama latin Amorphophallus Titanum mekar di Hutan Wanagama menjadi salah satu fenomena di Gunungkidul

Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Bunga Bangkai atau yang dikenal dengan nama latin Amorphophallus Titanum mekar di Hutan Wanagama, Desa Gading, Kecamatan Playen.

Menurut salah seorang petugas di Hutan Wanagama, Mega Puspita Prinandani mengatakan ada satu bunga bangkai yang tumbuh di Hutan Wanagama. Bunga tersebut tumbuh persis di depan Rumah Pawon di pinggir hutan yang berjarak hanya sekitar 50 meter dari jalan raya Jogja-Wonosari.

Kendati masih berbentuk kuncup dan belum mekar sempurna, bunga tersebut menarik perhatian. Pasalnya memiliki penampilan yang cantik dan ukurannya cukup besar jika dibanding bunga pada umumnya. “Ukuran besar, kira-kira tinggi hampir selutut kaki orang dewasa,” kata dia, Rabu (6/12/2017).

Namun demikian, meski menarik perhatian karena memiliki penampilan yang cantik, tetapi bunga tersebut mengeluarkan aroma yang tidak sedap. “Kalau dari jarak dekat akan tercium bau amis,” ujarnya.

Edukator dari Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY yang diperbantukan di Museum Kayu Hutan Wanagama itu menerangkan, bunga bangkai sebelumnya berukuran kecil dan dalam jumlah banyak. Umur mekar bunganya tidak berlangsung lama, hanya dapat bertahan sekitar tiga hari setelah itu mati.

“Selama saya dua tahun di Museum Kayu, baru sekali ini mendapati (bunga bangkai) yang sebesar itu,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
Impressions Body Care Center, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…