talut yang berada di Dusun Sawur, Sawahan, Ponjong longsor, Selasa (28/11/2017). (IST/Humas Polres Gunungkidul) talut yang berada di Dusun Sawur, Sawahan, Ponjong longsor, Selasa (28/11/2017). (IST/Humas Polres Gunungkidul)
Rabu, 6 Desember 2017 22:46 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Data Lengkap Kerusakan Akibat Bencana di Gunungkidul Belum Jelas

Sepekan pasca-bencana, data kerusakan belum Komplet.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL–Sepekan setelah bencana banjir dan tanah longsor, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul masih terus mendata seluruh kerusakan yang ditimbulkan. Dari data yang didapatkan itupun dinilai masih belum valid sehingga masih perlu diverifikasi dan dilengkapi kembali.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunungkidul, Drajat Ruswandono telah mengumpulkan seluruh camat untuk melaporkan kondisi wilayah pasca banjir dan tanah longsor yang terjadi sepekan lalu. Namun laporan kondisi wilayah, terutama terkait dengan dampak kerusakan yang ditimbulkan dinilai masih belum valid.

Oleh sebab dia meminta kepada seluruh camat untuk kembali malaporkan seluruh dampak bencana. “Semua camat sudah melaporkan. Tapi memang belum komplit, makanya saya suruh melengkapi lagi,” kata dia kepada wartawan Senin (4/12/2017) lalu.

Drajat mengaku saat ini Pemerintah Pusat telah meminta kepada pemkab untuk segera melaporkan data yang valid terkait dengan kondisi daerah pasca banjir dan longsor. Untuk itu pihaknya akan segera melengkapi selengkap mungkin agar dapat dilaporkan secepatnya.

“Laporan data ditunggu hingga Rabu (6/12/2017) besok. Detail nama dan alamat warga yang terdampak sudah harus ada untuk segera dilaporkan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul pun baru mendapatkan data sementara dari laporan seluruh kecamatan pada Senin (4/12/2017). Dari data tersebut masih ada beberapa hal yang dinilai masih belum valid seperti jumlah kerusakan rumah. “Ini data masih terus berjalan dan terus diperbarui,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Ruti Sulastri.

Berdasarkan data sementara, ada 202 rumah yang rusak di sejumlah kecamatan. Kata dia kerusakan rumah terbanyak ada di Kecamatan Gedangsari yakni ada sebanyak 109 rumah. Namun juga ada sebagain kecamatan yang tidak terdampak kerusakan rumah sama sekali, seperti di Kecamatan Rongkop, Paliyan, Wonosari, dan Panggang.

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…