Sukarelawan melewati jembatan gantung di Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari yang hampir roboh untuk menyalurkan bantuan ke warga terdampak bencana, Minggu (3/12/2017). (Istimewa/polrespacitan.com) Sukarelawan melewati jembatan gantung di Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari yang hampir roboh untuk menyalurkan bantuan ke warga terdampak bencana, Minggu (3/12/2017). (Istimewa/polrespacitan.com)
Rabu, 6 Desember 2017 07:15 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BENCANA PACITAN
Perjuangan Sukarelawan Antar Bantuan Lewat Jembatan Gantung yang Rusak

Bencana Pacitan, jembatan gantung di Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari rusak sehingga distribusi bantuan mengalami kendala.

Solopos.com, PACITAN — Putusnya jembatan penghubung antar desa menjadi salah satu penyebab sulitnya mendistribusikan bantuan ke lokasi bencana. Salah satunya yaitu jembatan gantunh di Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari, Pacitan yang rusak akibat diterjang air bah yang ada di Sungai Grindulu pada Selasa (28/11/2017).

Akibat dari kerusakan infrastruktur ini, masyarakat di Desa Kedungbendo tidak dapat keluar karena jembatan gantung yang menjadi akses satu-satunya di desa itu putus.

Untuk mengantarkan bantuan ke lokasi bencana, sukarelawan harus melewati jembatan yang sudah rusak itu. Kapolsek Arjosari dan Camat Arjosari beserta regu posko bencana mengantarkan bantuan ke Desa Kedungbendo melalui jembatan itu, Minggu (3/12/2017).

Petugas tersebut harus berausah payah dan ekstra hati-hati untuk melewati jembatan gantung yang rusak parah itu. Mereka melewati jembatan yang bagiannya hampir roboh sempurna.

Dikutip Madiunpos.com dari laman resmi polrespacitan.com, Selasa (5/12/2017), Kapolsek Arjosari AKP Sukinto Herman mengatakan jembatan gantung tersebut rusak parah diterjang banjir bandang pada Selasa lalu. Posisi jembatan miring dan tidak dapat digunakan. Padahal jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses terdekat menuju Desa Karanggede.

“Anggota harus ke lokasi melalui jembatan ini karena jembatan ini adalah satu-satunya akses jalan terdekat menuju Dusun banyuanget desa karanggede yang hingga saat belum mendapatkan bantuan,” kata dia.

Herman menuturkan petugas ke permukiman warga di Desa Kedungbendo dengan menggunakan alat seadanya yaitu menggunakan ember yang diikatkan di badan menggunakan kain. Menurut dia, demi misi kemanusiaan rasa takut menjadi hilang meskipun harus menyeberangi jembatan yang di bawahnya mengalir sungai dengan air yang cukup deras.

“Alhamdulillah bantuan sudah dikirim kepada warga, walaupun melewati medan sulit karena warga sangat membutuhkan pasokan bahan makanan ya kita harus kirim walaupun harus melewati jalan yang sulit,” ujar dia.

 

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…