Ilustrasi HIV/AIDS (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi HIV/AIDS (JIBI/Solopos/Dok.)
Rabu, 6 Desember 2017 10:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

1.490 Orang di Jateng Meninggal Dunia Akibat HIV/AIDS

HIV/AIDS penyebarannya di Jawa Tengah (Jateng) tinggi.

Solopos.com, SEMARANG – Sebanyak 1.490 orang di Jawa Tengah (Jateng) meninggal dunia akibat HIV/AIDS dalam kurun waktu 14 tahun terakhir.

Data yang diterima Semarangpos.com dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Semarang menyebutkan saat ini ada sekitar 18.913 orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Jateng. Dari jumlah itu sekitar 10.497 orang di antaranya mengidap AIDS, sementara sisanya mengidap HIV.

Asisten Pengelola Program KPA Jateng, Gardea Tyas Wardani, menyebutkan jumlah pengidap HIV/AIDS di Jateng itu masih jauh dari perkiraan KPA pusat. KPA pusat memperkirakan masih ada sekitar puluhan ribu pengidap HIV/AIDS yang belum ditemukan di Jateng.

“Kalau estimasi dari KPA pusat pada 2012 lalu ada sekitar 47.514 pengidap HIV/AIDS di Jateng. Sekarang baru 18.913 orang yang ditemukan, berarti baru sekitar 37,1%,” tutur Gardea saat dihubungi Solopos.com, beberapa waktu lalu.

Gardea menambahkan penyebaran HIV/AIDS di Jateng paling banyak ditemukan di Kota Semarang. Meski demikian, penyebaran di daerah lain juga tak kalah memprihatinkan.

“Untuk tahun 2017 ini pengidap HIV paling banyak ditemukan di wilayah Brebes, yakni 88 orang. Nomor keduanya Kota Semarang sekitar 75 orang. Sementara untuk pengidap AIDS, paling banyak ditemukan di wilayah Kebumen, yakni 78 orang dan Sragen dengan 57 orang,” tutur Gardea.

Gardea menyebutkan KPA Jateng saat ini terus berupaya menggelar sosialisasi akan bahaya HIV/AIDS. Mereka berharap dengan sosialisasi itu akan menemukan banyak penderita HIV/AIDS.

“Saat ini banyak para pengidap HIV/AIDS yang tidak tahu jika mereka terjangkit. Banyak yang masih malu untuk melakukan pemeriksaan maupun cek kesehatan. Harapan kami sih bisa menemukan lebih banyak pengidap HIV/AIDS. Kalau bisa menemukan lebih banyak, tentu lebih mudah dalam menangani,” ujar Gardea.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…