Demian Aditya bersama Echon dan keluarga (Instagram @_demianaditya_) Demian Aditya bersama Echon dan keluarga (Instagram @_demianaditya_)
Selasa, 5 Desember 2017 20:45 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Issue Share :

Terkuak! Alasan Demian dan Edison Wardhana Kembali Suguhkan The Death Drop

Inilah alasan Demian dan Edison Wardhana kembali menyuguhkan aksi The Death Drop.

Solopos.com, SOLO – Demian Aditya akhirnya buka suara terkait aksi sulap The Death Drop yang memakan korban. Aksi sulap berbahaya itu membuat sang asisten, Edison Wardhana alias Echon, terluka parah dan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Taruma Grogol, Jakarta Barat.

Pertunjukkan menantang maut itu disuguhkan Demian dan Echon untuk menghibur penonton dalam acara SCTV Awards 2017, Rabu (29/11/2017). Dalam aksi tersebut, Echon yang bertugas sebagai stuntman tidak berhasil meloloskan diri sehingga mengalami luka cukup parah.

Ini bukan kali pertama Demian melakukan aksi menantang maut serupa. Sebelumnya, dia pernah menyuguhkan atraksi tersebut di ajang pencarian bakat internasional, America’s Got Talent. Saat itu, dia gagal memukau penonton lantaran peti yang seharusnya meluncur ke bawah dan hancur itu menyangkut di tengah tiang penyangga. Baca juga: Sempat Bungkam Soal Aksi Death Drop, Demian Aditya Minta Maaf

Kegagalan itulah yang membuat Demian serta Echon merasa tidak puas. Alhasil, keduanya kembali menyuguhkan aksi tersebut untuk menghilangkan rasa penasaran. Nahas, aksi yang telah dipersiapkan dengan matang itu berakhir tragis.

“Ini keinginan kita berdua untuk menghilangkan trauma yang kemarin. Kita semua sudah menjalankan sesuai dengan SOP (standar operating procedure). Tapi, ternyata yang terjadi di luar dugaan. Yang membuat ilusi ini saya dan Echon. Kita berdua yang menciptakan ide pertunjukkan ini,” terang Demian dalam konferensi pers, Senin (4/12/2017), seperti ditayangkan Silet RCTI, Selasa (5/12/2017).

Sayangnya, dalam aksi tersebut Echon yang menggantikan peran Demian tak berhasil keluar dari peti sebelum tali peyangga putus. Peti itu kemudian meluncur ke bawah dan tertancap tombak api. Akibatnya, beberapa tulang rusuk Echon patah dan sebagian paru-paru kirinya dibuang. Namun, kini kondisinya telah membaik meski masih perlu menjalani beberapa operasi lagi untuk memulihkan kondisinya. Baca juga: Kondisi Edison Wardhana Asisten Demian, Masih Perlu Beberapa Operasi Lagi

“Luka yang parah ada dua. Pertama tusukan yang tembus ke paru-paru. Jadi, sebagian paru-paru kirinya harus dibuang. Yang kedua bagian bokongnya. Otot besar dan syaraf-syarafnya banyak yang rusak. Tapi, kemarin dia sudah bisa menggerakkan kaki kirinya. Penanganan yang kedua nanti tulang rusuk lima yang patah,” terang Nanda, kakak Echon.

Kendati demikian, pihak keluarga Echon sama sekali tidak menyalahkan Demian atas insiden tersebut. Mereka sadar betul jika semua kejadian nahas itu merupakan musibah. “Semua sangat tahu risikonya. Saya menganggap Demian keluarga. Buat saya enggak ada keluarga yang akan menuntut keluarganya,” sambung Nanda.

Senada dengan Nanda, istri Echon, Ayu Dyah, ikhlas menerima musibah tersebut. Dia paham betul semua kejadian itu murni kecelakaan. “Ini masalah pure musibah. Baik dari pihak saya dan Demian menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Dan kami dari pihak keluarga tidak ada niat menuntut apapun. Ini pure musibah,” kata Ayu Dyah. Baca juga: Penyebab Edison Wardhana Stuntman Demian Tertancap Tombak Api

 

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…