Sejumlah pekerja melakukan pengaspalan terhadap bagian ujung jalan layang Ngelo di Sentolo, Kulonprogo, Senin (4/12/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja) Sejumlah pekerja melakukan pengaspalan terhadap bagian ujung jalan layang Ngelo di Sentolo, Kulonprogo, Senin (4/12/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 5 Desember 2017 18:55 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Sudah Ditunggu oleh Pelintasan KA, Jalan Layang Ngelo Akhirnya Diaspal

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulonprogo melakukan pengaspalan tahap akhir terhadap jalan layang Ngelo

 
Solopos.com, KULONPROGO -Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Kulonprogo melakukan pengaspalan tahap akhir terhadap jalan layang Ngelo di Sentolo, Kulonprogo, Senin (4/12/2017).

Baca juga : BADAI CEMPAKA : Cuaca Buruk, Pengaspalan Jalan Ngelo Ditunda

Jalan tersebut sudah siap dijadikan jalur pengganti jika perlintasan Ngeseng ditutup.

Jalan layang Ngelo ditutup total sejak awal November demi kepentingan pembangunan tahap akhir. Proyek yang digarap berupa pembangunan jalan dan saluran drainase yang membentang hingga simpang empat Ngelo, Sentolo.

DPUPKP Kulonprogo juga sekalian memperbaiki jalan rusak bergelombang di ujung lain jalan layang tersebut.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulonprogo, Nurcahyo Budi Wibowo mengatakan pengaspalan jalan mulanya direncanakan pada Rabu (29/11/2017) pekan lalu.

Namun, hujan berintensitas tinggi yang terjadi sepanjang pekan kemarin membuat pekerjaan tersebut ditunda. Pihaknya memutuskan untuk menunggu hingga cuaca kembali kondusif. “Pagi ini [Senin] kita sudah melaksanakan pengaspalan yang di Ngelo,” ujar Nurcahyo.

Proyek senilai Rp500 juta itu ditargetkan selesai dua pekan lebih cepat dibandingkan masa kontrak yang ditetapkan berakhir pada pertengahan Desember.

Upaya percepatan dilakukan unutk menindaklanjuti informasi dari Kementerian Perhubungan RI soal pencabutan palang pintu perlintasan kereta api sebidang di Ngeseng Sentolo pada awal bulan ini. Jalan layang Ngelo bakal jadi jalur pengganti utama sehingga harus disiapkan secepatnya.

Penutupan perlintasan Ngeseng sendiri sebelumnya juga disepakati awal pekan ini. Hal itu dengan catatan sudah dilakukan pengaspalan terhadap jalan di Ngelo. Namun, Nurcahyo menyatakan tidak ingin memaksa pihak kontraktor melanjutkan proyek dalam kondisi cuaca buruk karena air hujan bisa membuat hasil pengaspalan menjadi tidak optimal.

Cuaca memegang andil penting dalam proses pemadatan campuran beraspal. Perubahan suhu akibat hujan dapat menyebabkan campuran beraspal mengalami penurunan suhu sehingga tidak disarankan untuk dihamparkan pada lokasi pembangunan jalan. Jika dipaksakan, jalan tersebut nantinya menjadi cepat rusak.

Nurcahyo lalu mengungkapkan, jalan layang Ngelo siap dibuka kembali setelah pengaspalan selesai. Meski begitu, dia mengaku belum menerima pemberitahuan soal eksekusi rencana pencabutan perlintasan Ngeseng yang sudah ditunda beberapa kali itu.

“Kita masih menunggu surat pemberitahuan penutupan perlintasan Ngeseng dari Dirjen Perkeretaapian. Tapi kira-kira dalam minggu ini [ditutup],” kata Nurcahyo.

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…