Rochy Putiray (JIBI/Solopos/Moh. Khodiq Duhri)
Selasa, 5 Desember 2017 15:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

REUNI ARSETO SOLO
Ini Alasan Rochy Putiray Tampil Nyentrik

Reuni Arseto Solo diikuti oleh Rochy Putiray.

Solopos.com, SOLO – Bagi pecinta sepak bola di Tanah Air era 1990-an tentu sudah tidak asing dengan sosok Rochy Melkiano Putiray. Arseto Solo merupakan salah satu tim yang pernah dibela mantan striker andalan Timnas Indonesia ini.

Rochy menjadi bagian sejarah tim merah putih yang sukses meraih medali emas di SEA Games 1991. Selama berseragam merah putih, Rochy mampu mengemas 17 gol dari 41 kali pertandingan. Rochy sendiri dikenal sebagai salah satu pesepak bola yang selalu tampil nyentrik di atas lapangan.

[Baca: Ternyata! Rochy Puritay Nyaman Nongkrong di Wedangan]

Dia selalu identik dengan cat rambut aneka warna serta mengenakan sepasang sepatu bola dengan warna berbeda. Kadang kala, ia memakai jersey berlengan panjang sebelah. Ternyata gaya nyentrik Rochy tidak hanya ditampilkan di atas lapangan. Dalam kehidupan sehari-hari, Rochy mengaku sudah terbiasa tampil nyentrik.

“Saya itu kalau beli sandal atau sepatu pasti dua pasang dengan warna berbeda. Dengan harapan, sepatu atau sandal itu bisa saya silangkan supaya warnanya tidak sepadan,” jelas Rochy kala berbincang dengan Solopos.com saat menghadiri Reuni Arseto Solo pada pertengahan November 2017 lalu.

[Baca Juga: Rochy Putiray Tampil Tajam di Reuni Arseto Solo]

Lalu apa motivasi Rochy memilih berpenampilan nyentrik di setiap kesempatan? Dengan tampil nyentrik, sebetulnya Rochy tidak bermaksud ingin mencuri perhatian banyak orang yang melihatnya. Penampilannya yang nyentrik itu justru dilatarbelakangi hilangnya rasa kepercayaan diri dari pria berusia 47 tahun ini.

“Suatu ketika saya pernah merasa kehilangan kepercayaan diri. Saya tidak tahu penyebabnya. Tapi, kalau saya sepatu atau sandal dengan warna berbeda, kepercayaan diri saya bisa bertambah. Ya sejak saat itu saya selalu tampil nyentrik di muka umum,” ucap Rochy.

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…