Selasa, 5 Desember 2017 05:40 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Pompa Bribin Rusak Warga Kebingungan

Perbaikan pompa air memakan waktu berbulan-bulan.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Banjir menyebabkan seluruh peralatan termasuk sejumlah pompa air yang berada di bendungan sungai bawah tanah Bribin I dan II, di Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu tenggelam. Akibatnya kebutuhan air untuk warga pun saat ini terganggu.

Kepala Balai Besar Wilayah Serayu Opak, Tri Bayu Aji mengatakan akibat banjir elevasi air di Bribin I dan II meningkat drastis. Dari elevasi normal yakni di angka 10 hingga 15, saat banjir meningkat tajam hingga berada di titik 64. “Itu mengakibatkan rumah trafo dan seluruh pompa, tiga-tiganya tenggelam,” ujarnya akhir pekan lalu.

Akibat dari itu, maka Bribin I dan II yang biasanya mengalirkan kebutuhan air baku untuk warga sekitar saat ini tidak dapat dioperasikan. Sebab seluruh peralatan yang ada di Bribin masih rusak. “Butuh waktu empat sampai enam bulan ke depan untuk perbaikan,” kata dia.

Untuk itu, pihaknya pun akan mencari jalan keluar agar kebutuhan air warga tetap dapat terpenuhi. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mencari sejumlah sumber air yang memungkinkan untuk dialirkan menuju rumah warga.

Salah seorang warga Desa Dadapayu, Wagiman mengatakan pasca-banjir, air yang biasa dialirkan dari Bribin menuju rumah warga tidak mengalir sama sekali. “Kemarin tidak mengalir sekitar empat hari, terus sempat mengalir sebentar tapi sekarang tidak mengalir lagi,” katanya.

Selama empat hari tidak mendapatkan pasokan air bersih, sebagian warga banyak yang kebingungan. Untuk kebutuhan minum, memasak, dan mencuci sebagian warga ada yang menumpang di warga yang lain yang memiliki tampungan air yang cukup.

Seperti diketahui, banjir dan tanah longsor melanda DIY pada pengujung November lalu akibat dampak munculnya Badai Cempaka yang terjadi di selatan Jawa. Hujan deras, banjir dan tanah longsor menelan korban jiwa dan merusak berbagai infrastruktur publik.

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…