Sejumlah warga melakukan kerja bakti menggunakan alat sederhana, di lokasi bencana longsor, Dusun Ngroto, Desa Pendoworejo, Rabu (29/11/2017). Longsor yang terjadi pada pukul 01.30 WIB itu memakan empat korban, dua di antaranya berhasil selamat, sedangkan dua lainnya masih tertimbun longsor. (Harian Jogja/Uli Febriarni) Sejumlah warga melakukan kerja bakti menggunakan alat sederhana, di lokasi bencana longsor, Dusun Ngroto, Desa Pendoworejo, Rabu (29/11/2017). Longsor yang terjadi pada pukul 01.30 WIB itu memakan empat korban, dua di antaranya berhasil selamat, sedangkan dua lainnya masih tertimbun longsor. (Harian Jogja/Uli Febriarni)
Selasa, 5 Desember 2017 05:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Perlu Dicontoh, Siswa SD Diajak Peduli Korban Banjir

SD Tumbuh 2 Jogja menerapkan bentuk edukasi kepedulian sosial

Solopos.com, KULONPROGO-SD Tumbuh 2 Jogja menerapkan bentuk edukasi kepedulian sosial, dengan cara membuka posko bantuan untuk korban banjir di Bantul dan Kulonprogo.

Koordinator Posko, Siti Muthmainnah menjelaskan, posko bantuan terwujud atas kerjasama antara sekolah, siswa, orang tua dan guru di SD Tumbuh 2 Jogja dengan Komite SD Tumbuh 2. Posko yang dibuka sejak 30 November sampai 4 Desember 2017 itu telah menerima bantuan dari donatur.

Tahap pertama bantuan diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bantul. Sedangkan bantuan yang terkumpul pada tahap kedua, diserahkan langsung kepada warga terdampak banjir di Desa Panjatan dan Desa Bugel, Kecamatan Panjatan.

“Bantuan yang diserahkan, berupa kebutuhan berdasarkan hasil survey di lapangan. Antara lain sembako, makanan bayi, pakaian layak pakai, obat-obatan dan air mineral. Tercatat sekitar 300 kepala keluarga di dua desa tersebut membutuhkan bantuan,” ujarnya, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (4/12/2017).

Kepala SD Tumbuh 2, Jamiludin mengatakan, terselenggaranya posko bantuan juga merupakan bagian dari edukasi kepada siswa. Diharapkan, keterlibatan langsung para siswa dalam pengalaman tersebut, menjadi karakter serta kebiasaan yag dilakukan di masa mendatang.

lowongan pekerjaan
PERUSAHAAN TEKSTIL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…