penjualan laptop di Semarang. Pengunjung tengah melihat laptop yang ditawarkan dalam pameran Semarang Computer Fair 2017 di Java Mall, Kota Semarang, Minggu (3/12/2017). (JIBI/Bisnis/Alif Nazzala Rizqi)
Selasa, 5 Desember 2017 19:50 WIB Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PENJUALAN LAPTOP
Ini Bukti Warga Semarang Lebih Pilih Smartphone Dibanding Laptop

Penjualan komputer pribadi atau laptop di Kota Semarang mengalami penurunan sepanjang 2017.

Solopos.com, SEMARANG — Penjualan komputer pribadi atau laptop di Kota Semarang terus mengalami penurunan sepanjang 2017. Turunnya penjualan laptop itu dipicu kecenderungan masyarakat yang lebih memilih menggunakan smartphone untuk beraktivitas di dunia maya atau Internet.

Karyawan bagian Human Resource Departement (HRD) Toko Orbit Komputer Semarang, Didik Wahyono, menyebutkan penjualan laptop dari segala merek pada bulan November 2017 cenderung sepi.

“Kalau dibandingkan dengan tahun 2016, tahun ini memang agak sedikit ada peningkatan. Kenaikannya cuma 10%. Pameran-pameran komputer saat ini juga sepi, tidak seperti dulu. Dulu kami bisa menjual sekitar 30 unit, sekarang enggak sampai 20 unit,” ujar Didik saat dijumpai Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) di sela acara Semarang Computer Fair 2017 di Java Mall, Kota Semarang, Minggu (3/12/2017).

Didik menilai penurunan penjualan laptop dipicu semakin canggihnya produk-produk smartphone saat ini.

Senada juga diungkapkan karyawan bagian penjualan Visimedia Komputer Semarang, Agustinus Damas. Ia menilai selain dipicu berkembangnya produk smartphone, penurunan penjualan juga dipicu kenaikan harga laptop di semua merek.

“Kami mengalami penurunan. Sebulan penjualan kami tidak sampai 100 unit, biasanya bisa lebih. Pameran pada tahun ini lebih sepi daripada dua tahun lalu. Kalau dulu bisa jual 30 unit per hari, sekarang selama pameran bisa jual 10 unit saja sudah bagus,” terang Damas.

Guna mendongkrak penjualan, pihaknya sebenarnya sudah memberikan diskon. Satu unit laptop dalam pameran itu dijual dengan harga antara Rp3 juta/unit-Rp25 juta/unit.

Meski demikian, strategi itu sepertinya kurang ampuh. Pembeli cenderung memilih untuk laptop dengan harga yang murah, tapi memiliki kapasitas besar.

Semarang Computer Fair 2017 yang digelar di Java Mall itu digelar selama lima hari, mulai dari 30 September-4 Desember. Ada sekitar 30 stan yang berasal dari toko-toko komputer di Semarang yang memeriahkan pameran tersebut. (Alif Nazzala Rizqi/JIBI/Bisnis)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOWONGAN PEKERJAAN
PURWACARAKA MUSIC STUDIO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…