ZN, pelaku penipuan terhadap pedagang bubur di RT 006/RW003, Desa Mejobo, Kabupaten Kudus, Jateng. (Instagram-@polreskudus) ZN, pelaku penipuan terhadap pedagang bubur di RT 006/RW003, Desa Mejobo, Kabupaten Kudus, Jateng. (Instagram-@polreskudus)
Selasa, 5 Desember 2017 10:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

PENIPUAN KUDUS
Bikin Geram, Pria Ini Nyamar Jadi Ustaz demi Tipu Tukang Bubur

Penipuan dilakukan seorang pria yang menyamar sebagai ustaz terhadap pedagang bubur di Kabupaten Kudus.

Solopos.com, KENDAL – Pria berinisial ZN, 28, warga Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim) diringkus aparat Unit Reskrim Polsek Mejobo, Kudus, Jawa Tengah (Jateng) setelah dilaporkan telah melakukan penipuan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Humas Polres Kudus melalui media sosial Instagram, Senin (4/12/2017), ZN melakukan penipuan terhadap pedagang bubur dengan menyamar sebagai ustaz.

Kasubbag Humas Polres Kudus AKP Sumbar Priyono mengatakan ZN melakukan penipuan dengan cara menghipnosis korbannya. “ZN yang berkedok sebagai ustaz ditangkap hari Minggu (3/12/2017) pagi oleh anggota Unit Reskrim Polsek Mejobo dipimpin langsung Kapolsek Mejobo AKP Mardi Susanto,” ungkap Sumbar.

Sumbar menjelaskan ZN ditangkap Unit Reskrim Polsek Mejobo Kudus di Jl. Raya Kyai Abdul Saleh, Kabupaten Pati. Penangkapan itu bermula dari laporan Ngasirah, 65, pedagang bubur di RT 006/RW/003, Desa Mejobo, Kabupaten Kudus, Jumat (24/11/2017).

Ngasirah yang sedang berdagang bubur didatangi dua orang dan diajak pergi menggunakan mobil Daihatsu Alya berpelat nomor G 8431 KM. Setelah sampai di suatu tempat, ZN yang berpakaian layaknya ustaz bukannya mengajak mengaji, namun justru meminta perhiasan milik Ngasirah dan mengaku akan memberikan doa pada perhiasan tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, ZN meminta Ngasirah mengambil beberapa perhiasan lagi di rumahnya. Setelah ritual selesai, Ngasirah diberi bungkusan yang menurut ZN berisi perhiasan. Namun setiba di rumah, bungkusan yang diterima Ngasirah kosong dan perhiasan yang ia berikan kepada ZN untuk didoakan justru raib.

Tak pelak kabar yang disampaikan Humas Polres Kudus melalui media sosial Instagram itu langsung membuat warganet geram. Mereka tak menyangka ada pelaku penipuan berpenampilan layaknya ustaz dan tega menipu seorang pedagang bubur di Kudus. “Enggak pandang bulu ya. Penjual bubur kok masih tega dirampok. Tega bener. Enggak takut kualat,” ungkap pengguna akun Instagram @ewink_xaverious3.

“Yang seperti ini meresahkan sekaligus mencoreng citra ustaz dan agama Islam. Jerat pasal berlapis pak. Bravo TNI Polri,” tulis pengguna akun Instagram @shohibuss.

Akibat kejadian tersebut, Ngasirah kehilangan beberapa perhiasan, yakni dua anting, satu kalung, satu liontin, dan lima cincin. Total kerugian yang dialami Ngasirah diperirakan sekitar lebih Rp.8 juta.

Humas Polres Kudus menjelaskan penipuan dengan cara serupa memang telah meresahkan masyarakat Kudus. Masyarakat diminta waspada lantaran dua pelaku lain yang terlibat dalam penipuan di Kudus tersebut masih dalam pengejaran polisi. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…