Pangeran George (Daily Mail) Pangeran George (Daily Mail)
Selasa, 5 Desember 2017 13:30 WIB JIBI/Solopos.com/Newswire Peristiwa Share :

Pendeta Ini Minta Umat Doakan Pangeran George Jadi Gay

Lewat blog pribadi, pendeta asal Glasgow meminta umatnya untuk mendoakan pangeran George.

Solopos.com, LONDON – Seorang pendeta terkemuka Kelvin Holdsworth membuat pernyataan mengejutkan dengan meminta umat Kristiani mendoakan putra Pangeran William dan Kate Middleton, Pangeran George, menjadi seorang gay.

Dilansir StraitsTimes, Minggu (3/12/2017), Pendeta Anglikan itu ingin cicit Ratu Inggris Elizabeth II itu menjadi gay agar jika kelak menjadi raja dapat membuat Church of England melegalkan perkawinan sesama jenis.

Pangeran George, 4, saat ini menjadi pewaris takhta Inggris urutan ke-3, setelah Pangeran Charles dan Pangeran William. Raja Inggris diketahui menjadi pemimpin tertinggi Church of England. Sementara itu, sampai saat ini otoritas Kristen Anglikan belum mau melegalkan perkawinan homoseksual.

Holdsworth yang merupakan pendeta senior Anglikan, pendukung LGBTQ, pejabat tinggi Katedral St Mary di Glasgow, menuliskan pemikirannya itu di laman blog pribadi setelah pengumuman pertunangan Pangeran Harry dan Meghan Markle.

“Jika orang tak mau ikut mengkampanyekannya, mereka punya pilihan unik khas Inggris, yaitu berdoa dalam hati masing-masing (atau di depan publik jika berani) agar tuhan memberkati Pangeran George dengan cinta, ketika dia dewasa, terhadap seorang pria yang baik,” tulis Holdsworth.

Pemikiran Holdsworth itu langsung menuai kritikan, salah satunya dari mantan pembimbing spiritual Ratu Elizabeth II, pendeta Gavin Ashenden. Dia menilai, pemikiran Holdsworth itu “tidak baik” dan “jelas sekali tidak Kristiani”.

Lebih lanjut, Asheden mengungkapkan, doa seperti itu dalam teologi “sama seperti kutukan peri jahat dalam dogeng-dongeng” dan sama sekali bukan pemberkatan terhadap Pangeran George.

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…