Ilustrasi alat pemadam api ringan (APAR). (Rohmah Errmawati/JIBI/Solopos) Ilustrasi alat pemadam api ringan (APAR). (Rohmah Errmawati/JIBI/Solopos)
Selasa, 5 Desember 2017 17:15 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Solo Share :

Pemkot Solo Pasang Puluhan APAR di Pasar Sangkrah, Rejosari, dan Kadipolo

Puluhan APAR dipasang di tiga pasar di Solo.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali memasang puluhan alat pemadam api ringan (APAR) di sejumlah pasar di Kota Bengawan yakni Pasar Sangkrah, Pasar Rejosari dan Pasar Kadipolo.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan puluhan APAR tersebut merupakan bantuan dari corporate social responsibility (CSR) Bank Danamon yang diberikan kepada Pemkot belum lama ini.

“Sebelumnya kami memasang ratusan APAR untuk pasar tradisional. Apar ini dipasang untuk antisipasi kebakaran di lingkungan pasar,” kata Subagiyo ketika dijumpai wartawan di Solo, Selasa (5/12/2017).

Minimal, Subagiyo mengatakan ada 10 APAR terpasang di setiap pasar. APAR harus selalu dicek secara rutin setiap enam bulan sekali untuk memastikan masih berfungsi atau tidak. Pemkot juga rutin mengadakan pelatihan antisipasi kebakaran setahun sekali.

Menurut Subagiyo, langkah antisipasi kebakaran dinilai penting agar kasus kebakaran Pasar Klewer yang terjadi pada akhir Desember 2014 lalu tidak terulang kembali di pasar lain.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Solo Gatot Sutanto mengatakan 60 persen kasaus kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek. Guna mengantisipasi kebakaran tersebut, Gatot mengaku terus memberikan sosialisasi dan simulasi penanganan jika terjadi bencana kebakaran.

Simulasi kebakaran ini diberikan kepada ibu-ibu rumah tangga, instansi pemerintahan, swasta, pedagang pasar, dan masyarakat. Adapun tujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan dan keahlian tentang teknik-teknik pencegahan dan penanggulangan kebakaran. “Supaya kasus kebakaran di Solo ini terus menurun,” katanya.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…