Suasana Bedan Buku Jokowinomics di Ruang Soetopo STMD APMD, Selasa (5/12/2017). (Holy Kartika N.S./JIBI/Harian Jogja) Suasana Bedan Buku Jokowinomics di Ruang Soetopo STMD APMD, Selasa (5/12/2017). (Holy Kartika N.S./JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 5 Desember 2017 14:40 WIB M101/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Pelaku Ekonomi Bahas Jokowinomics

Harian Jogja selenggarakan bedah buku Jokowinomics.

Solopos.com, JOGJA– Bisnis Indonesia dan Harian Jogja menyelenggarakan bedah buku berjudul Jokowinomics Sebuah Paradigma Kerja, di Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa STPMD “APMD”, Selasa (5/12/2017).

Buku yang pertama kali diluncurkan di Jogja itu merespons tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang dirasakan telah banyak melakukan terobosan terutama di bidang ekonomi.

Pembicara yang hadir dalam bedah buku antara lain; Arief Budisusilo Direktur Pemberitaan Bisnis Indonesia Group of Media (BIG Media), Bayu Wahyudi Direktur Kepatuhan, Hukum dan Hubungan Antarlembaga BPJS Kesehatan, Muhammad Syafii Direktur Keuangan PT Wika Beton, Bambang Setiawan Direktur Utama Bank BPD DIY, serta Tri Agus Susanto Sekretaris Prodi Komunikasi STPMD “APMD” Jogja.

Direktur Pemberitaan Bisnis Indonesia Arief Budisusilo mem

aparkan, catatan setelah tiga tahun pemerintahan Jokowi yang patut diapresiasi yaitu perekonomian yang stabil, pemangkasan regulasi yang mampu mendorong ekonomi baru, ekspor yang melonjak, serta kepercayaan publik yang baik. Selain kebijakan ekonomi dan pembangunan yang tidak lagi bercorak Jawa sentris, hal lain yang menarik dari Jokowi adalah gaya kepemimpinan serta komunikasi publiknya yang menarik dan relevan.

“Dengan perkembangan teknologi komunikasi saat ini, perilaku publik pun berubah terutama bagi generasi millennial yang tidak suka diceramahi. Sehingga dapat dikatakan model komunikasi zaman now yaitu “show me attitude”. Dan Jokowi telah melakukan itu,” terang dia, Selasa.

Namun dari berbagai prestasi yang telah dilakukan Jokowi, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi antara lain perubahan lanskap ekonomi, politik serta lambannya transformasi birokrasi. Selain itu minimnya narasi Jokowi sebagai kepala negara juga menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Selain bidang ekonomi dan pembangunan, hal lain yang menjadi perhatian Jokowi yaitu bidang kesehatan serta perbankan. Baik di bidang kesehatan maupun perbankan, kesadaran serta partisipasi masyarakat dapat dikatakan masih rendah, sehingga harus terus didorong. Hal ini mengingat literasi masyarakat yang masih rendah sehingga mereka masih enggan mengakses layanan yang telah disediakan, tak hanya itu mental gratisan masyarakat juga menjadi salah satu faktor penghambat.

Buku Jokowinomis Sebuah Paradigma Kerja tersebut disambut positif akademisi sebagai respons atas berkembangnya dunia digital yang menggerus bisnis media cetak.

“Buku Jokowinomics ini merupakan kreativitas Bisnis Indonesia dalam menjawab bisnis informasi serta merespons perkembangan media online saat ini,” ujar Tri Agus Susanto.

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…