Polisi mengawal tersangka kasus penipuan PT First Travel Andika Surachman (tengah) saat gelar perkara kasus penipuan PT First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (22/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Reno Esnir)
Selasa, 5 Desember 2017 16:00 WIB Deliana Pradhita Sari/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Muncul di Sidang PKPU First Travel, Andika Surrachman-Anniesa Hasibuan Minta Maaf

Andika Surrachman dan Anniesa Hasibuan meminta maaf kepada para calon jemaah dan seluruh kreditur saat hadir di sidang PKPU First Travel.

Solopos.com, JAKARTA — Suara riuh obrolan para kreditur First Travel tiba-tiba terhenti. Seluruh calon jemaah sebagai menoleh ke pintu kanan depan, akses masuknya Direktur First Travel, Andika Surrachman dan Aniesa Hasibuan.

Akhirnya pukul 10.43 WIB, yang ditunggu-tunggu datang juga. Namun tidak ada tindakan rusuh atau anarkis yang dilakukan oleh para kreditur yang sudah menunggu sejak pukul 08.30. Wajah kreditur menandakan tidak percaya akhirnya dapat secara langsung bertemu dengan orang yang selama ini ditagih sekaligus diolok-olok.

Kreditur First Travel terdiri dari calon jamaah, vendor, dan agen. Dua Direktur PT First Anugerah Karya Wisata itu duduk di kursi debitur didampingi oleh kuasa hukum mereka, Damba Akmala.

Andika mencoba menyalakan pengeras suara di depannya. Dengan suara tegas tapi lirih, suami Anniesa itu memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh kreditur. “Tolong, kami dibukakan pintu maaf,” katanya dalam rapat kreditur First Travel di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017).

Dia menyatakan bersikeras mencapai perdamaian dengan para kreditur dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Menurut dia, hanya dengan perdamaianlah dia bisa membuktikan dapat memberangkatkan jamaah.

Pernyataan ini sontak direspons para kreditur dengan jawaban Amiin. Dalam kedatangannya di rapat kreditur, Andika dan Anniesa memohon diberi kesempatan untuk melunasi seluruh kewajibannya.

Di tengah-tengah Andika memberikan pernyataan, Anniesa terlihat menangis tersedu. Beberapa kali dia menyeka air matanya dengan tisu yang tak pernah lepas dari tangannya.

LOWONGAN PEKERJAAN
PURWACARAKA MUSIC STUDIO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…