Dua orang masuk ke gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota yang menjadi tempat pemeriksaan penyidik KPK terkait kasus korupsi Nganjuk, Selasa (5/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Dua orang masuk ke gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota yang menjadi tempat pemeriksaan penyidik KPK terkait kasus korupsi Nganjuk, Selasa (5/12/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Selasa, 5 Desember 2017 11:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

KORUPSI NGANJUK
KPK Periksa Pejabat Pemkab Nganjuk di Polres Madiun Kota

Korupsi Nganjuk, penyidik KPK memeriksa sejumlah pejabat Kabupaten Nganjuk di Kota Madiun.

Solopos.com, MADIUN — Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung Bhara Makota Polres Madiun Kota, Selasa (5/12/2017). Pemeriksaan sejumlah pejabat di Pemkab Nganjuk itu diduga terkait kasus jual beli jabatan dengan tersangka Bupati Nganjuk Taufiqurrahman.

Pantauan Madiunpos.com di gedung Bhara Makota, Selasa sekitar pukul 10.00 WIB, sejumlah pejabat mendatangi gedung Bhara Makota. Mereka ada yang mengenakan seragam krem maupun baju batik.

Penyidik KPK berada di lokasi sekitar pukul 09.20 WIB. Jumlah penyidik KPK ada sekitar 15 orang.

Salah satu yang diperiksa penyidik yaitu Kepala Dinas Kearsipan Kabupaten Nganjuk, Bambang Eko S. Kepada wartawan, Bambang mengatakan datang ke Madiun atas panggilan dari Penyidik KPK. Dia mengaku belum mengetahui soal apa dirinya dipanggil penyidik KPK.

“Saya tidak tahu soal apa. Saya belum tahu. Ini belum diperiksa,” kata dia menjawab pertanyaan wartawan.

Ditanya soal kaitannya dengan kasus jual beli jabatan dengan tersangka Bupati Nganjuk, Bambang mengaku belum mengetahui secara pasti. Dia menyampaikan hanya mendatangi panggilan dari KPK.

Dia mengaku baru satu tahun menjabat sebagai Kepala Dinas Kearsipan Nganjuk.

Mengenai siapa saja yang dipanggil KPK, Bambang juga mengaku tidak tahu. Namun, di gedung pemeriksaan ada Kepala Dinas PU dan Cipta Karya Nganjuk, Fadjar Judiono, yang juga diperiksa KPK.

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…