Marc Wubbenhorst (odditycentral.com) Marc Wubbenhorst (odditycentral.com)
Selasa, 5 Desember 2017 23:45 WIB Chelin Indra Sushmita/JIBI/Solopos.com Internasional Share :

KISAH UNIK
Pria Ini Minum 20 Liter Air Sehari Demi Bertahan Hidup

Kisah unik tentang seorang pria yang minum 20 liter air sehari demi bertahan hidup.

Solopos.com, SOLO – Kekurangan cairan (dehidrasi) sangat bahaya bagi tubuh. Seseorang yang dehidrasi biasanya akan terlihat lemas. Rasa haus membuat tubuh kurang bertenaga. Itulah sebabnya seseorang disarankan meminum minimal delapan hingga 10 gelas air putih setiap hari.

Tapi, delapan gelas air putih itu tidak mampu menghilangkan rasa haus seorang pria bernama Marc Wubbenhorst. Sebab, pria asal Bielefeld, Jerman, ini meminum air putih sebanyak 20 liter per hari. Dilansir Oddity Central, Selasa (5/12/2017), pria yang berprofesi sebagai arsitek ini mengidap penyakit langka bernama diabetes insipidus.

Diabetes insipidus merupakan penyakit langka dengan gejala selalu merasa haus. Pada saat bersamaan, orang yang menderita penyakit ini sering membuang air kecil dalam jumlah banyak. Dalam kondisi terburuk, penderitanya bisa mengeluarkan air kencing sebanyak 20 liter dalam sehari.

Penyakit ini membuat Marc mengalami rasa haus yang berlebihan. Jika konsumsi airnya dikurangi, maka dia bakal kehausan yang membahayakan nyawanya. Marc tidak bisa menahan rasa hausnya lebih dari satu jam. Sebab, dia mulai mengalami gejala dehidrasi parah, yakni bibir pecah-pecah dan pusing jika berhenti minum. Padahal, biasanya gejala itu dialami kebanyakan orang dewasa setelah dua atau tiga hari tubuh kekurangan cairan. “Aku mengalami depresi karena kondisi ini. Aku tidak bisa bepergian jauh dengan kondisi seperti ini,” ungkap Marc.

Guna menjaga kondisi tubuh, Marc selalu meminum sebotol air berukuran besar di pagi hari. Malamnya, dia tidak pernah tidur lebih dari dua jam. Dia harus bangun karena dehidrasi dan ke kamar mandi untuk mengeluarkan semua cairan yang diminumnya. Dalam sehari, dia bisa ke toilet hingga 50 kali.

Penyakit langka itu membuat Marc harus merencanakan dengan matang jadwal kepergiannya. Sebab, dia tidak bisa melakukan perjalanan jauh. Dia sempat hampir mati saat melakukan perjalanan naik kereta api. “Aku tidak bisa melakukan perjalanan jauh. Aku pernah pulang dari kantor naik kereta tanpa membawa air minum. Perjalanan saat itu sangat lama karena keretanya mogok. Setibanya di stasiun, aku mengalami dehidrasi parah. Kepalaku sangat sakit sampai aku pingsan,” kenangnya.

Beruntung, saat itu Marc mendapat pertolongan dari temannya. Temannya langsung memberikan minuman kepadanya. “Temanku langsung memberikanku air. Jika tidak, mungkin nyawaku sudah tak tertolong. Inilah sebabnya aku tidak bisa bepergian jauh. Aku juga tidak bisa berolahraga karena penyakit ini,” sambung dia.

 

lowongan pekerjaan
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…