Mbah Sumarmi, wanita renta asal Dusun Mlakas RT 006/RW 002, Desa Lemah Putih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jateng. (Instagram-@cakbudi_) Mbah Sumarmi, wanita renta asal Dusun Mlakas RT 006/RW 002, Desa Lemah Putih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jateng. (Instagram-@cakbudi_)
Selasa, 5 Desember 2017 14:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH TRAGIS
Rumahnya Hampir Roboh, Wanita Tua di Grobogan Hidup Sendirian

Kisah tragis harus dialami seorang wanita di Grobogan lantaran hidup sendirian di rumah yang kabarnya hampir roboh.

Semarangposcom, PURWODADI – Seorang wanita renta di Dusun Mlakas RT 006/RW 002, Desa Lemah Putih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), Mbah Sumarmi, menyita perhatian publik pengguna Internet (netizen) dengan kisah tragisnya. Ia dikabarkan tinggal sebatang kara di rumah yang hampir roboh.

Perhatian netizen kepada Mbah Sumarmi bermula kala kisah tragis tersebut dibagikan pengguna akun Instagram @cakbudi_, Rabu (22/11/2017) lalu. Berdasarkan keterangan yang diberikan pengguna akun Instagram @cakbudi_, Mbah Sumarmi harus hidup sendirian lantaran anaknya tinggal jauh dari tempat tinggalnya. “Mbah Sumarmi harus hidup sendiri walau sebenarnya beliau punya anak, anak beliau hidup berjauhan sama Mbah Sumarmi,” tulisnya.

Pengguna akun Instagram @cakbudi_ menyatakan Mbah Sumarmi harus berteduh di rumah tetangga jika hujan turun. Di akun Instagram tersebut juga dijelaskan Mbah Sumarmi merupakan wanita yang sulit tersenyum dan seperti tertekan akan kondisi hidup dan kisah tragis yang harus ia jalani. “Ketika cuaca hujan harus berteduh di rumah salah satu tetangga yang masih saudara sama beliau. Beliau begitu tertekan batin sehingga sulit sekali untuk membuat beliau tersenyum,” lanjut pengguna akun Instagram @cakbudi_.

Rasa terenyuh lantas ramai diungkapkan netizen setelah mengetahui kisah tragis yang dialami Mbah Sumarmi. Salah satu potret kemiskinan di Jateng itu, menurut mereka, sudah sepantasnya menggerakkan orang-orang untuk membantunya. “Ya Allah. Kenapa di Grobogan banyak sekali lansia yang tidak terurus,” ungkap pengguna akun Instagram @ambar_desi.

“Ya Allah gw nangis. Gw bingung mau ngomong apa,” tulis pengguna akun Instagram @darkoaditia.

Sementara itu, sebagian netizen berharap potret kemiskinan di Grobogan itu mendapatkan perhatian dari Pemprov Jateng. Mereka juga berharap rumah Mbah Sumarmi akan menjadi salah satu rumah yang diperbaiki melalui program perbaikan rumah tak layak huni dari Pemprov Jateng . (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…