Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Instagram-@hendrarprihadi) Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. (Instagram-@hendrarprihadi)
Selasa, 5 Desember 2017 18:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

KESEHATAN SEMARANG
Wali Kota Jamin Pengidap Kanker Gratis Berobat

Kesehatan warga Semarang dijamin program Universal Health Coverage (UHC), bahkan Wali Kota Hendrar Prihadi memastikan pengobatan gratis pengidap kanker.

Solopos.com, SEMARANG — Wali Kota Hendrar Prihadi memastikan warga pengidap kanker jenis apapun bisa berobat gratis dengan program Universal Health Coverage (UHC) yang sudah diluncurkan Pemkot Semarang. “Tren penyakit kanker, terutama kanker payudara di Kota Semarang sangat memprihatinkan,” katanya saat membuka Seminar dan Talkshow Kanker Payudara di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/12/2017).

Orang nomor satu di Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu menyebutkan pada 2014 tercatat sebanyak 1.157 kasus kanker payudara, namun mampu ditekan pada 2015 menjadi 654 kasus. Akan tetapi, imbuh dia, pada 2016 grafik penderita kanker payudara meningkat lagi menjadi 749 kasus yang menjadi keprihatinannya karena kesehatan menjadi prioritas pembangunan pemerintah.

“Saya amat prihatin dengan tingginya penderita kanker payudara ini. Makanya, kami berharap bisa memberikan penanganan yang sifatnya lebih ke preventif atau pencegahan,” katanya.

Masyarakat Kota Semarang, kata politikus PDI Perjuangan itu, bisa melakukan pemeriksaan sebagai deteksi dini terhadap kanker payudara yang semuanya dilayani secara gratis tanpa syarat apapun. “Minimal melakukan tindakan preventif dengan pemeriksaan dini payudara. Apabila ternyata dinyatakan kanker stadium lanjut tetap akan diberikan fasilitas berobat dan kemoterapi gratis di ruang perawatan kelas III,” katanya.

Yang jelas, kata Hendi, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat yang sehat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menjadi modal utama dalam pembangunan. Untuk lebih memahami mengenai kanker payudara, pada seminar itu didatangkan dua narasumber yang berkompeten, yakni dr Randita dari RSUD KRMT Wongsonegoro dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang dr Widoyono.

Dokter Randita dalam paparannya menyampaikan tips-tips untuk mengurangi risiko terkena kanker payudara, yakni dengan langkah deteksi dini dengan pengecekan kesehatan secara berkala. Kedua, kata dia, dengan menghindari paparan asap rokok, serta diimbangi dengan diet gisi seimbang yang disempurnakan dengan istirahat secara cukup dan pengelolaan stres secara baik.

“Rajin konsumsi serat dari buah-buahan dan sayuran, penuhi kecukupan vitamin A dan D, konsumsi kedelai untuk wanita dewasa. Aktivitas fisik yang baik juga bisa menurunkan risiko terkena kanker payudara,” katanya. Hadir pula dalam seminar itu dan memberikan paparan, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Krisseptiana Hendrar Prihadi yang juga istri Wali Kota Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…