Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian berjalan kaki menuju lokasi Upacara Parade dan Defile HUT ke-72 TNI Tahun 2017 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten Kamis (5/10/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Setpres/Agus Suparto)
Selasa, 5 Desember 2017 16:30 WIB Irene Agustine/JIBI/Bisnis Politik Share :

Jelang Pensiun dari Panglima TNI, Ini Kata Jenderal Gatot Soal Kariernya

Jenderal Gatot menjawab pertanyaan soal spekulasi kariernya setelah pensiun dari Panglima TNI.

Solopos.com, BOGOR — Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo enggan berspekulasi soal kemungkinan dirinya mengikuti kontestasi Pilpres 2019. Belakangan, namanya disebut-sebut dalam sejumlah survei sebagai calon potensial pendamping Joko Widodo.

Seperti diketahui, Gatot akan pensiun pada April 2018. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun sudah mengusulkan nama pengganti Jenderal Gatot, yakni Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto ke DPR, kemarin.

Kendati demikian, Gatot belum ingin berkomentar perihal mungkinkah dirinya terjun aktif dalam dunia politik di Pemilu atau Pilpres 2019. “Saya katakan nanti sajalah kita liat,” katanya, di Istana Bogor, Selasa (5/12/2017).

Namun, dia membuka kemungkinan untuk menerima panggilan tertentu saat pensiun. “Saya sebagai prajurit kalau sudah pensiun, manakala negara memanggil?, sekecil apapun saya siap.”

Gatot mengaku saat ini masih fokus untuk membantu pergantian jabatan dari dirinya yang akan pensiun pada April 2018 kepada calon penggantinya.

“Saya sekarang [mengikuti] bagaimana perintah Presiden Jokowi menyiapkan semua ini [pergantian]. Sekarang ini kan secara de facto dan de jure saya kan masih Panglima TNI,” ujarnya.

Seperti diketahui, banyak pihak memperkirakan Gatot Nurmantyo akan terjun ke politik setelah pensiun pada 2018. Bahkan, tak sedikit yang menganggap Gatot akan maju sebagai capres atau cawapres dalam kontestasi 2019.

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…