Dua orang warga sedang melintas di jalan rusak yang menghubungkan Kecamatan Ponjong dan Semin di Dusun Surodadi, Umbulrejo, Ponjong, Senin (4/12/2017). (David Kurniawan/JIB/Harian Jogja) Dua orang warga sedang melintas di jalan rusak yang menghubungkan Kecamatan Ponjong dan Semin di Dusun Surodadi, Umbulrejo, Ponjong, Senin (4/12/2017). (David Kurniawan/JIB/Harian Jogja)
Selasa, 5 Desember 2017 10:40 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Jalan Penghubung Semin-Ponjong Hancur Lebur, Begini Kondisinya

Warga berharap infrastruktur rusak segera diperbaiki.

Solopos.com, GUNUNGKIDUL— Warga Dusun Surodadi, Umbulrejo, Ponjong mengeluhkan putusnya jalan alternatif perhubung Kecamatan Semin-Ponjong yang terjadi akibat hujan deras pada Selasa (28/11/2017) lalu. Mereka pun berharap kerusakan tersebut diperbaiki karena kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat.

Kondisi jalan alternatif penghubung Semin-Ponjong tidak bisa dilewati karena bahu jalan yang ada di Dusun Surodadi rusak. Kerusakan terjadi karena bahu jalan longsor dengan panjang sekitar 20 meter dikarenakan adanya pergesaran tanah di perbukitan yang ada di samping jalan. Akibat longsoran ini, tujuh kepala keluarga di sekitar lokasi harus diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Salah seorang warga Dusun Surodadi, Umbulrejo, Ponjong Yogi Wibisono mengatakan pergeran bukit yang mengakibatkan jalan penghubung Semin-Ponjong rusak karena hujan deras yang terjadi satu minggu yang lalu. Guyuran air yang terus terjadi selama dua hari membuat tanah menjadi labil sehingga mengalami pergeseran.

“Kami bersyukur meski ada kerusakan, peristiwa tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Untuk sekarang, tujuh keluarga di sekitar jalan juga masih menggungsi,” katanya kepada Harian Jogja, Senin (4/12/2017).

Menurut Yogi, rusaknya jalan di Surodadi sangat merugikan warga. Pasalnya di jalur inilah menjadi penghubung dari wilayah Semin dengan Ponjong. Praktis dengan kerusakan ini, warga harus memutar untuk sampai ke wilayah Semin ke Ponjong atau pun sebaliknya.

“Sekarang harus memutar jauh karena harus lewat jalan raya. Ya kalau diperbandingkan dengan sebelum ada kerusakan, jarak yang ditempuh sekarang ada 20 kilometer,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…