Ilustrasi korban kecelakaan. (active.com) Ilustrasi korban kecelakaan. (active.com)
Selasa, 5 Desember 2017 09:55 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Ini Penyebab Mengapa Kecelakaan Tertinggi Dialami Sepeda Motor

Ratusan anak dari beberapa Taman Kanak-Kanak di DIY mengikuti  acara Gebyar Anak Bangsa di Among Rogo

Solopos.com, JOGJA– Ratusan anak dari beberapa Taman Kanak-Kanak di DIY mengikuti  acara Gebyar Anak Bangsa di Among Rogo, Senin (4/12/2017) pagi.  Mereka mengenakan pakaian warna-warni untuk mengikuti giat dan lomba yang digelar Ditlantas Polda DIY bersama Perseroan Terbatas Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM).

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu digelar untuk mengedukasi anak-anak untuk memiliki budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Di mana Kapolda DIY, Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dofiri beserta jajaran, Gubernur DIY,  Kepala Dinas Perhubungan DIY, Sigit Sapto Raharjo yang mewakili Gubernur DIY,  Kapolresta Yogyakarta, Komisaris Besar Polisi, Tommy Wibisono, dan sejumlah Kapolres hadir dalam acara tersebut.

Di hadapan tamu undangan dan anak-anak, Brigjen Pol. Ahmad Dofiri mengatakan bahwa  generasi penerus bangsa harus mendapatkan hak dalam keselamatan berlalu lintas. Hal itu dianggap penting mengingat angka kecelakaan di Indonesia dan dunia sangat tinggi, dan banyak anak menjadi korban dalam kecelakaan itu.

“Acara ini juga bertujuan sebagai kerja nyata guna mewujudkan tertib berlalu lintas pada anak sejak usia dini,” jelas Ahmad Dofiri.

Kapolda DIY,  mengatakan salah satu cara menekan tingginya angka kecelakaan ialah dengan menerapkan tertib dalam berlalu lintas sejak dini. Di mana hal tersebut menjadi faktor paling utama untuk menekan angka kecelakaan.

“Angka kecelakaan di dunia begitu memprihatinkan, di Yogyakarta sendiri dalam setahun sekitar 3.000 kecelakaan terjadi dan korban meninggal mencapai hampir 300 orang. Karena itu, ini jadi perhatian kita bersama untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Kapolda menambahkan, kegiatan ini juga upaya pihaknya agar lebih mendekatkan diri kepada anak dan tak perlu takut dengan aparat kepolisian. Di mana ia berharap, dengan mengenal ketaatan berlalu lintas sejak dini dapat membuat generasi muda yang taat dan tertib dalam berlalu lintas.

“Kegiatan ini juga upaya mendekatkan anak-anak dengan polisi. Polisi adalah pelindung dan pengayom masyarakat. Dengan kegiatan ini juga, semoga kedepannya dapat membentuk generasi muda yang taat hukum, tertib berlalu lintas, dan tentunya akan mengurangi angka kecelakaan,” tandasnya.

Sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang diwakili oleh Sigit Sapto Raharjo mengatakan, dalam era modern ini moda transportasi pilihan masyarakat ialah sepeda motor roda dua. Dimana seiring semakin banyaknya digunakan sepeda motor roda,  semakin banyak kecelakaan berasal darinya.

“Kecelakaan banyak dialami pengendara motor, dan itu karena kesadaran tertib berlalu lintas masih rendah. Untuk itu penerapan tertib berlalu lintas sejak dini ini dengan kegiatan seperti ini memang sangat perlu digalakkan,” Sigit Sapto.

Adapun acara itu diisi dengan kegiatan lomba untuk anak-anak. Di mana lomba kelompok berupa sosiodrama dengan tema keselamatan anak dijalan dan lomba mewarnai dengan tema stop pelanggaran lalu lintas dilangsungkan dalam kegiatan tersebut.

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…