Produk-produk UMKM premium dalam pameran Grebeg UMKM Bank Indonesia Sambut Bandara Baru yang diselenggarakan di Jogja Expo Center, Senin (4/12/2017). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S) Produk-produk UMKM premium dalam pameran Grebeg UMKM Bank Indonesia Sambut Bandara Baru yang diselenggarakan di Jogja Expo Center, Senin (4/12/2017). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Selasa, 5 Desember 2017 08:20 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Grebeg UMKM Sambut Bandara Baru Berhasil Kantongi Transaksi Rp240 Juta

Selama tiga hari penyelenggaraan pameran Grebeg UMKM Bank Indonesia Sambut Bandara Baru nilai transaksi mencapai Rp240,3 juta

Solopos.com, JOGJA-Selama tiga hari penyelenggaraan pameran Grebeg UMKM Bank Indonesia Sambut Bandara Baru nilai transaksi mencapai Rp240,3 juta. Melalui penyelenggaraan pameran ini, diharapkan para UMKM dapat terus meningkatkan kualitas produknya.

“Bandara baru adalah momentum bagi UMKM, maka saat ini mesti dipersiapkan agar bisa meningkatkan kualitas produknya agar tidak hanya layak untuk pasar lokal, tetapi juga internasional,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY, Budi Hanoto seusai menutup pameran Grebeg UMKM Bank Indonesia di Jogja Expo Center (JEC), Senin (4/12/2017).

Budi mengatakan sejak pameran ini digelar Sabtu (2/12/2017), berhasil menyedot lebih dari 2.000 pengunjung. Di mana diharapkan dari para pengunjung tersebut dapat menjadi calon-calon buyer atau investor yang nantinya akan membuka akses pasar bagi UMKM ini.

“Adapun total transaksi selama penyelenggaraan ini mencapai lebih dari Rp240,3 juta,” imbuh Budi.

Berbagai produk unggulan yang dipamerkan di Grebeg UMKM ini terdiri dari produk kerajinan, makanan, fashion dan usaha jasa dengan total 70 produk.  Budi menambahkan pembangunan bandara baru di Kulonprogo tentunya memberikan harapan baru bagi perluasan aktivitas perekonomian di DIY yang akan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Lewat event Grebeg UMKM ini, kami kumpulkan UMKM untuk dipersiapkan menyosongsong bandara baru. Nantinya diharapkan bandara baru, tamu banyak yang datang dan produk siap berdaya saing global,” papar Budi.

Lebih lanjut Budi mengatakan, untuk menyosong bandara baru ini banyak hal yang perlu didorong untuk menaikkan kelas UMKM agar siap menembus pasar global. Salah satunya akses market yang kini mesti dapat lebih jauh dikembangkan hingga pasar internasional.

“Makanya, dibutuhkan kemitraan dengan instansi pemerintahan dan pihak lainnya. Era digitalisasi juga tidak bisa dielakkan, maka ini juga harus dimanfaatkan secara maksimal. UMKM harus didorong agar melek teknologi,” jelas Budi.

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…