Band Sri Redjeki bersama sejumlah seniman Jogja menggelar aksi amal Bergoyang dan Tertawa Bersama Sri Redjeki di Panggung Terbuka Taman Budaya Yogyakarta, Selasa (5/12/2017) malam. (Ist/Heru Atna) Band Sri Redjeki bersama sejumlah seniman Jogja menggelar aksi amal Bergoyang dan Tertawa Bersama Sri Redjeki di Panggung Terbuka Taman Budaya Yogyakarta, Selasa (5/12/2017) malam. (Ist/Heru Atna)
Selasa, 5 Desember 2017 22:30 WIB Nugroho Nurcahyo/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Gareng Jadi Korban Tabrak Lari, Seniman Gelar Aksi

Seniman gelar aksi solidaritas.

Solopos.com, JOGJA–Seniman teater Gareng menjadi korban tabrak lari di Jalan Parangtritis di dekat kampus almamaternya, ISI Jogja, Senin (4/12/2017). Pria yang pernah mengenyam pendidikan di jurusan Teater ISI angkatan 1985 itu hingga Selasa (5/12/2017) malam masih tergolek lemah di RS Panti Rapih.

Sejumlah seniman alumni teater ISI Jogja angkatan 1985 yang dimotori Dewo Plo, menggelar konser amal Bergoyang dan Tertawa Bersama Sri Redjeki di panggung terbuka Taman Budaya Yogyakarta pada Selasa malam untuk meringankan beban perawatan rumah sakit seniman yang tenar dengan julukan Mbah Gareng itu. Konser amal terdiri dari berbagai kolaborasi seni pertunjukan, sastra, musik dan senirupa.

Dewo Plo, teman seangkatan pria bernama asli Agung Dwi Atmojo itu, mengatakan, sejumlah seniman di Jogja langsung kompak menggelar aksi amal untuk membantu Gareng. “Kami langsung kumpulkan teman-teman seniman. Banyak yang peduli dan malam ini kami menggelar konser amal,” kata aktor-MC Rock pemeran utama film Cahaya Hati itu, Selasa malam.

Berdasarkan informasi keluarga Gareng, akibat tabrak lari, Mbah Gareng  mengalami retak di tulang dekat rongga mata kiri dan lehar. Pria kelahiran Sleman 50 tahun lalu tersebut harus dijahit di beberapa tempat di wajahnya sehingga sulit makan.

“Kalau makan hanya disuapi susu saja. Kondisinya sadar tapi kadang enggak nyambung diajak komunikasi karena pengaruh obat. Untunglah tidak mengalami gegar otak,” jelas pelukis Joko Badeg seusai menjenguk Gareng ke RS.

Heru Atna, seniman penulis tembang sajak-lukisan bertajuk Revolusi Mawar Melati (REM) mengatakan, sejumlah seniman Jogja spontan langsung menyanggupi ketika diajak menggelar konser amal untuk membantu Gareng. Selain grup musik Sri Redjeki, ada juga kelompok musik Swara Minoritas turut memeriahkan konser amal. “ Zaenal dari band Produk Gagal juga ikut berkolaborasi,” kata Heru.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…