BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta melalui Kantor Cabang Perintis (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Gunungkidul salurkan bantuan kepada korban Badai Cempaka di Balai Desa Pacarejo, Semanu, Senin (3/12/2017). (Ist/BPJS Ketenagakerjaan) BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta melalui Kantor Cabang Perintis (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Gunungkidul salurkan bantuan kepada korban Badai Cempaka di Balai Desa Pacarejo, Semanu, Senin (3/12/2017). (Ist/BPJS Ketenagakerjaan)
Selasa, 5 Desember 2017 21:20 WIB Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta Salurkan Bantuan untuk Korban Badai Cempaka Gunungkidul

Sejak awal 2017, BPJS Ketenagakerjaan telah banyak menjalankan program TJSL

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan hadir di tengah korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gunungkidul.

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dilakukan BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta melalui Kantor Cabang Perintis (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Gunungkidul di Balai Desa Pacarejo, Semanu, Senin (3/12/2017).

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Yogyakarta Ainul Kholid menjelaskan, sejak awal 2017, BPJS Ketenagakerjaan telah banyak menjalankan program TJSL yang selama ini lebih dikenal dengan sebutan Corporate Social Responsibility (CSR).

Program TJSL memiliki empat pilar pelaksanaan program salah satunya adalah Jembatan Hati, yaitu program TJSL yang bertujuan untuk menunjukkan kepedulian dan empati terhadap masyarakat. Bantuan yang disalurkan kepada para korban banjir dan tanah longsor tersebut berupa peralatan sekolah, selimut, pakaian baru, tikar, dan bahan kebutuhan pokok.

“Inilah salah satu bentuk kepedulian kami terhadap para korban bencana, mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban para korban, dan semoga dapat secepatnya melakukan aktivitas seperti sebelum terjadi bencana,” ujar dia dalam rilisnya, Senin (5/12/2017).

Hadir juga dalam penyerahan bantuan Bupati Gunungkidul Badingah di beberapa titik posko pengungsian dan lokasi bencana. Data sementara menyebutkan, ada sekitar 118 kejadian bencana mulai dari banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan bangunan roboh, dan kemungkinan masih akan terus berkembang karena saat ini seluruh jajaran Pemerintahan desa masih memetakan bencana yang dialami di daerahnya.

“Harapannya semoga daerah yang mengalami musibah akan cepet kembali melakukan aktifitasnya sehari-sehari dan perekonomian berjalan dengan semestinya,” papar dia.

LOWONGAN KERJA
PAUD EL-MEDINA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…