Pengendara melewati lumpur dan pasir di Jalan Raya Pacitan-Ponorogo, Desa Gegeran, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Rabu (29/11/2017) (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Pengendara melewati lumpur dan pasir di Jalan Raya Pacitan-Ponorogo, Desa Gegeran, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Rabu (29/11/2017) (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Selasa, 5 Desember 2017 21:15 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

BENCANA PACITAN
25 Korban Banjir dan Longsor Pacitan Ditemukan, Ini Nama-namanya

Delapan hari setelah bencana Pacitan terjadi seluruh korban yang berjumlah 25 orang telah ditemukan.

Solopos.com, PACITAN — Delapan hari setelah peristiwa bencana tanah longsor dan banjir bandang di Pacitan, Selasa (28/11/2017), seluruh korban meninggal dunia dalam bencana itu ditemukan. Terakhir, jasad Yusup, 61, warga RT 005/RW 013, Dusun Wawaran, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung ditemukan Tim SAR gabungan di lokasi longsor, Selasa (5/12/2017).

Dengan ditemukannya jasad Yusup ini, sehingga seluruh korban yang berjumlah 25 orang telah ditemukan dan dimakamkan.

“Jenazah terakhir sudah ditemukan,” kata Komandan Kodim 0801 Pacitan, Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang, saat dihubungi Solopos.com, Selasa sore.

Sehari sebelumnya, Senin (4/12/2017), satu jasad yang tertimbun di lokasi yang sama yaitu Inem, 60, telah ditemukan.

Sebanyak 25 korban bencana tanah longsor dan banjir bandang di Pacitan yaitu :

1. Sutirah, 75, warga Desa Losari, Kecamatan Tulakan
2. Temu, 57, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung
3. Fitri Ayu, 3, warga Desa Klesem, Kebonagung
4. Siti Kalimah, 20, warga Desa Klesem, Kebonagung
5. Totok, Desa Tokawi, Kecamatan Nawangan
6. Siti Khuzaimah, 27, Dusun Krajan, Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari
7. Darto, 70, Dusun Mujing, Desa Sanggtahan, Kecamatan Kebonagung
8. Suginem, 68, Dusun Ngaren,Desa Sanggrahan, Kecamatan Kebonagung
9. Katemi, 65, Dusun Mujing, Desa Sanggrahan, Kecamatan Kebonagung
10. Satiman, 65, warga RT 3 RW 14 Dusun/Penggung Kecamatan Nawangan 11. Parno, 73, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung
12. Kasih, 70, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung
13. Rozak, 17, Desa Duren, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung
14. Sukesi, 41, Dusun Duren, Desa Klesem, Kecamatan Kebonagung
15. Tumadi, 77,bwarga Dusun Krajan, Desa Mlati, Kecamatan Arjosari.
16. Sarton, 50, Desa Ketro, Kecamatan Tulakan
17. Sipon, 65, Desa Ketro, Kecamatan Tulakan
18. Yusuf, 61, Dusun Wawaran, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung
19. Inem, 60, Dusun Wawaran Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung
20. Bonatin, 50, Dusun Grigak, Desa Kemuning, Kecamatan Tegalombo
21. Mudjiono, 60, warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan
22. Mislan, 56, warga Desa Sirnoboyo, Kecamatan Pacitan
23. Amri Suhastomo, 20, warga Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan
24. Maryati, 55, warga Desa Kayen, Kecamatan Pacitan
25. Eko Sulaksono, 34, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar

LOWONGAN PEKERJAAN
PURWACARAKA MUSIC STUDIO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…