Sri Sultan HB X saat meninjau jembatan yang rusak di Wijirejo, Pandak, Kamis (30/11/2017). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo) Sri Sultan HB X saat meninjau jembatan yang rusak di Wijirejo, Pandak, Kamis (30/11/2017). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Selasa, 5 Desember 2017 02:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Bantul Siapkan Rp10 Miliar Tangani Korban Badai Cempaka

Pemerintah daerah Bantul telah menyiapakan dana darurat untuk bantuan para korban bencana alam

Solopos.com, BANTUL--Pemerintah daerah Bantul telah menyiapakan dana darurat untuk bantuan para korban bencana alam di beberapa kecamatan di Bantul beberapa hari yang lalu.

Baca juga : BADAI CEMPAKA : Waspadalah, Banyak Jalan Amblas di Bantul

Bupati Bantul Suharsono ditengah-tengah kegiatan persmesmian wisata taman burung di Wukirsari mengatakan telah menyiapkan dan untuk pembangunan kembali infrastruktur maupun rumah dan lain sebagainya yang mengalami kerusakan.

“Kisaran dananya Rp10 Miliar nanti akan dirapatkan lagi. Kami berusaha keluarkan semua dana darurat. Kalau ada masyarakat yang susah, harus segera ditangani jangan sampai warga semakin susah,” ujarnya Minggu (3/12/2017).

Jikalau dana yang dibutuhkan masih kurang untuk perbaikan tersebut, menurut Suharsono akan diupayakan baik dari pemerintah di Provinsi maupun pemerintah pusat.

Dalam pengawasan dana tak terduga itu akan ketat menurutnya. “Harus ada laporan bukti otentik terkait penggunaan dana tersebut, selain juga pengawasan bantuan. Pendistribusian juga harus tertib,” ujarnya.

Dasar pengeluaran dana tak terduga tersebut, sebelumnya Gubernur DIY, Sri Sultan HB X telah mengeluarkan SK Gubernur darurat se-DIY, dan dia berharap kabupaten Bantul segera mengeluarkan SK yang berdasar keputusan Gubernur itu agar dapat mengeluarkan dana tak terduga.

Dirinya juga mengatakan saat meninjau jembatan yang rusak di Wijirejo, Pandak, Kamis (30/11/2017) agar dalam perbaikan tidak perlu proses lelang. “Kalau bisa juga masyarakat yang bergotong royong dengan petugas PU untuk pembangunan talud yang benar bagaimana,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu terakhir ini beredar…