Warga melintas di depan rumah yang terdampak proyek jalur kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo di Kadipiro, Solo, Selasa (23/5/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Warga melintas di depan rumah yang terdampak proyek jalur kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo di Kadipiro, Solo, Selasa (23/5/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 5 Desember 2017 20:00 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

72 Bangunan di Kadipiro Solo Kena Proyek KA Bandara Adi Soemarmo

Sebanyak 62 bangunan di Kadipiro, Solo, akan terkena proyek KA Bandara Adi Soemarmo.

Solopos.com, SOLO — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Solo mencatat ada 72 bangunan di lahan hak milik (HM) warga di Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, yang akan terdampak proyek pembangunan jalur kereta api (KA) Bandara Adi Soemarmo-Stasiun Solo Balapan.

Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Solo, Sriyanto, menuturkan DPUPR kebagian tugas mengukur luas bangunan yang terdampak proyek Kemenhub tersebut. Dia menyebut ada 72 bangunan di lahan HM warga di Kadipiro yang telah diukur karena dinyatakan terdampak proyek, yaitu di Sekip dan Lemah Abang.

“Kami menyampaikan DPUPR telah selesai dalam hal mengukur luas bangunan yang ada di wilayah Kelurahan Kadipiro yang mana kena rel kereta api Bandara, yakni di wilayah Kampung Sekip dan Lemah Abang,” jelas Sriyanto dalam pertemuan antara Tim Pengadaan Tanah Proyek Pembangunan Jalur KA Bandara dengan delapan ketua RT terdampak di Pendapa Kantor Kelurahan Kadipiro, Selasa (5/12/2017) sore.

Sriyanto merinci jumlah bangunan di lahan HM warga yang terdampak proyek KA Bandara, yakni 35 unit berada di Kampung Sekip dan 37 di Lemah Abang dengan luas bervariasi. Para ketua RT diundang untuk dimintai informasi terkait salah satunya kepastian jumlah bangunan di wilayah masing-masing.

“Kami sudah melaksanakan pengukuran, kurang lebih di wilayah Sekip RW 23 ada 35 bangunan yang terdampak proyek, dan Lemah Abang kurang lebih ada 37 bangunan. Maka dari itu bapak RT maupun RW yang hadir pada pertemuan ini, mungkin dalam pengukuran kami ada yang keletan atau belum diukur, bisa disampaikan,” jelas Sriyanto.

LOWONGAN PEKERJAAN
PURWACARAKA MUSIC STUDIO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Sekaten, Ritual dan Dakwah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (2/12/2017). Esai ini karya Muh. Fajar Shodiq, dosen Ilmu Sejarah di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah fajarshodiq70@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Awal Desember ini Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Keraton Solo) dan…