Pengunjung menyaksikan burung koleksi di Wukirsari, Imogiri, Minggu (3/12/2017). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo) Pengunjung menyaksikan burung koleksi di Wukirsari, Imogiri, Minggu (3/12/2017). (Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo)
Senin, 4 Desember 2017 17:55 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

WISATA BANTUL
Mau Belajar tentang Burung? Datanglah ke Wukirsari

Masyarakat Wukirsari kembangkan wisata edukasi penangkaran burung, di Wukirsari, Imogiri

Solopos.com, BANTUL–Masyarakat Wukirsari kembangkan wisata edukasi penangkaran burung, di Wukirsari, Imogiri. Wisata edukasi penangkaran burung ini diharapkan dapat menjadi wahana wisata baru yang mendidik masyarakat.

Menurut ketua kelompok pengembangan wisata taman burung ini, Agung Trisnawanto mengatakan selain sebagai wisata edukasi juga sebagai upaya menumbuhkan ekonomi masyarakat wisata tersebut.

“Wisata ini sebagai pembelajaran khususnya tentang burung, selain itu juga upaya membangun kemandirian masyarakat dengan wirausaha ini,” ujarnya.

Dikatakan olehnya ide awal pembangunan wisata tersebut karena melihat potensi banyak masyarakat yang memelihara burung didaerah Wukirsari. Hingga akhirnya tercetus ide membuat wisata itu yang semakin berkembang dengan ratusan koleksi burung.

Dengan adanya tempat wisata tersebut menunjukan pula wujud persaudaraan masyarakat menurut Agung. Ditanah seluas 2 hektare itu selain adanya koleksi burung, juga terdapat beberapa spot foto untuk selfie.

Harga tiket masuk sendiri terbilang masih terjangkau dari Rp10.000 untuk anak-anak dan Rp15.000 untuk orang dewasa, dan gratis untuk anak Paud dan TK untuk keperluan edukasi. Dirinya juga berharap nantinya wisata taman burung itu semakin berkembang dan menjadi contoh daerah atau desa lain untuk mengembangkan potensi yang ada.

Bupati Bantul Suharsono mengatakan pihaknya turut mendukung wisata tersebut. Dirinya juga mengatakan dalam pembangunan wisata juga perlu fokus yang tajam. “Pembangunan wisata harus dapat melihat potensi yang ada di daerah itu, dan dibarengi perencanaan yang matang,” ujarnya.

Selain itu juga promosi dengan media sosial saat ini sangat penting menurutnya, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan akhirnya meningkatankan pemasukan asli daerah.

Dirinya juga mengatakan wisata penangkaran burung tersebut dapat menjadi embrio objek wisata disekitarnya, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat sekitar.

lowongan pekerjaan
Salesman & Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu terakhir ini beredar…