Warga mendatangi stan PT SNJ untuk bertanya tentang keberadaan jalan tol Solo-Ngawi, di Car Free Day kawasan Gladak, Jl. Slamet Riyadi Solo, Minggu (3/12). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos) Warga mendatangi stan PT SNJ untuk bertanya tentang keberadaan jalan tol Solo-Ngawi, di Car Free Day kawasan Gladak, Jl. Slamet Riyadi Solo, Minggu (3/12). (Muhammad Ismail/JIBI/Solopos)
Senin, 4 Desember 2017 10:15 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

TOL SOLO-NGAWI
Pengunjung Stan PT SNJ di CFD Solo Penasaran Cara Bayar Nontunai

Tol Solo-Ngawi, PT SNJ membuka stan sosialisasi di CFD Solo.

Solopos.com, SOLO — PT Solo Ngawi Jaya (SNJ) mencatat jumlah warga yang mengunjungi stan sosialisasi tol Solo-Ngawi selama November 2017 di Car Free Day (CFD) kawasan Gladak, Jl. Slamet Riyadi Solo sebanyak 500 orang.

Salah seorang pengunjung stan tol Solo-Ngawi, Rita Lestari, warga Sukoharjo, mengatakan dirinya bersama keluarganya sengaja datang ke stan PT SNJ karena merasa penasaran setelah melihat televisi di stan menampilkan jalan tol Solo-Ngawi. Setelah berada di stan petugas PT SNJ memberikan penjelasan terkait keberadaan tol Solo-Ngawi.

“Saya baru mengetahui ternyata jalan tol Solo-Ngawi sangat bagus setelah melihat gambar di televisi,” ujar Rita saat ditemui di Gladak Jl. Slamet Riyadi, Minggu (3/12/2017). (baca: Pembangunan Tol Solo-Ngawi Mencapai 98%, Ini Sisa Pekerjaan yang Belum Tergarap)

Rita menjelaskan selama ini hanya mengetahui kebadaaan tol Solo-Ngawi dari media tanpa melihat langsung di lokasi. Ia menilai keberadaan tol Solo-Ngawi sangat dibutuhkan masyarakat terlebih jalan utama yang ada sekarang sudah padat.

“Masyarakat sekarang sudah tidak lagi takut terjebak macet setelah pemerintah membangun jalan tol di wilayah Soloraya. Saya kalau mau ke Ngawi, Jatim, bisa memanfaatkan jalan tol tidak harus melalui jalan utama,” kata dia.

Senada diungkapkan Suratno, warga Klaten. Ia mengaku tidak sabar menunggu dioperasikannya tol Solo-Ngawi setelah menerima penjelasan dari petugas di stan PT SNJ.

“Jalan Solo-Ngawi tidak kalah bagus dengan jalan tol Solo-Semarang. Kami optimistis keberadaan jalan tol ini akan membuat perekonomian di Soloraya akan semakin berkembang,” kata dia.

Anggota Staf Humas dan Umum PT SNJ, Hudja Arafuddin, mengatakan jumlah pengunjung di stan PT SNJ sebanyak 500 orang selama November. Jumlah pengunjung diprediksi terus bertambah setiap bulannya.

“Kami selama sosialisasi di CFD menerima banyak pertanyaaan dari warga terkait jalan tol Solo-Ngawi. Pertanyaan kedua paling banyak dilontarkan warga soal pembayaran nontunai di jalan tol,” ujar Hudja, Minggu. (baca pula: Masuk Tol Solo-Ngawi Pakai E-Toll, Begini Mekanismenya)

Hudja mengatakan selama sosialisasi mengandeng seorang personel Pecas Ndahe, Doel Sumbing, untuk menjadi pembawa acara dan mengajak masyarakat untuk datang ke stan PT SNJ. PT SNJ, lanjut dia, selama dua bulan sebelum tol Solo-Ngawi beroperasi terlebih dulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami setiap melakukan sosialisasi pada bulan terakhir memberikan hiburan kepada masyarakat. Awal bulan ini hanya mengajak komunitas yang berada di CFD untuk bergabung memanfaatkan stan PT SNJ,” kata dia.

Ia menambahkan PT SNJ pada akhir tahapan sosialisasi akan ditutup dengan pelaksanakan event jalan bersama, lari, dan sepeda dengan mengambil rute di jalan tol Klodran, Karanganyar-Sampai Sragen.

lowongan pekerjaan
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…