Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Antara) Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Antara)
Senin, 4 Desember 2017 11:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Seluruh Ujian Sekolah di DIY Berbasis Komputer

Pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) pada 2017 ini didorong untuk digelar menggunakan komputer

Solopos.com, JOGJA-Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan seluruh evaluasi pembelajaran di sekolah dilaksanakan dengan berbasis komputer. Oleh karena itu, pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) pada 2017 ini didorong untuk digelar menggunakan komputer.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, untuk jenjang SMA/SMK pelaksanaan UAS mulai dilaksanakan pada pekan pertama bulan Desember 2017. Pihaknya sudah menyampaikan ke sekolah-sekolah, agar UAS dapat digelar dengan berbasis komputer. Upaya itu untuk membiasakan kepada murid dan perangkat sekolah, karena ke depan berbagai jenis evaluasi akan menggunakan komputer.

“Selain untuk membiasakan kepada murid, ini juga kan efisien, lalu mengoptimalkan penggunaan komputer ke depan tidak boleh lagi ada anak-anak yang tidak melek komputer. Jadi dioptimalkan sebisa-bisanya [pelaksanaan UAS] menggunakan komputer,” terangnya kepada Harian Jogja, Sabtu (2/11/2017).

Aji menegaskan, berdasarkan pengamatannya, persentase telah mencapai 100% SMA/SMK di DIY yang mampu menggunakan komputer dalam pelaksanaan UAS berbasis komputer (UASBK). Meski sekolah hanya memiliki laboratorium satu rombongan belajar saja, fasilitas itu bisa dimanfaatkan secara bergantian. Sehingga, UASBK bisa dilaksanakan semua kelas dalam satu sekolah.

Berbeda dengan Ujian Nasional (UN) yang dilaksanakan secara serentak sehingga sekolah harus menyediakan fasilitas komputer sesuai dengan jumlah peserta UN. “Satu kelas saja [jumlah laboratorium komputernya] bisa gantian, tidak masalah,” ujar Aji.

Kelebihan lain, untuk pelaksanaan UAS berbasis komputer, soal akan terjaga dengan baik dan kecil kemungkinan terjadinya kebocoran soal. Ia mengatakan, pada 2016 silam memang sudah ada beberapa sekolah yang menerapkan UASBK namun jumlah masih sedikit. Berbeda dengan tahun ini di beberapa jenis ujian baik tengah hingga akhir semester sebagian besar sekolah telah berbasis komputer.

“Sudah 100 persen yang menggunakan komputer untuk UAS, karena sejak awal sudah terlatih, mulai dari ujian harian juga sudah ada yang berbasis komputer,” tegasnya. Adapun jumlah SMA Negeri di DIY tercatat 69 sekolah dan SMK ada 46 sekolah.

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu terakhir ini beredar…