Para pegowes Tour De Menoreh berpartisipasi dalam aksi penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam sebelum memulai perjalanan di Alun-alun Wates, Kulonprogo, Sabtu (2/12/2017). (Rima Sekarani I. N/JIBI/Harian Jogja) Para pegowes Tour De Menoreh berpartisipasi dalam aksi penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam sebelum memulai perjalanan di Alun-alun Wates, Kulonprogo, Sabtu (2/12/2017). (Rima Sekarani I. N/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 4 Desember 2017 15:20 WIB Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Saat Para Pegowes Terkesan Keindahan Panorama Kulonprogo

Lebih dari 500 pegowes memeriahkan Tour De Menoreh yang diselenggarakan Pemkab Kulonprogo, Sabtu (2/12/2017)

Solopos.com, KULONPROGO-Lebih dari 500 pegowes memeriahkan Tour De Menoreh yang diselenggarakan Pemkab Kulonprogo, Sabtu (2/12/2017) kemarin. Mereka terkesan dengan tantangan dan pemandangan alam yang disajikan sepanjang rute perjalanan.

Baca juga : Ribuan Pesepeda Bakal Meriahkan Tour De Menoreh di Kulonprogo

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan, Tour De Menoreh dibagi menjadi dua kategori berdasarkan rute atau jarak tempuh, yaitu 100 km dan 10 km. Kedua rute dimulai dan berakhir di Alun-alun Wates. Para pegowes diajak melewati sejumlah obyek wisata, seperti Waduk Sermo, Pantai Glagah, Pantai Bugel, dan Pantai Congot.

“Kegiatan ini dalam rangka memelihara semangat ‘Ayo Olahraga’ dan sekaligus mempromosikan objek wisata di Kulonprogo,” ujar Hasto.

Hasto memaparkan pengembangan sektor pariwisata Kulonprogo memang diarahkan pada potensi wisata alam dengan melibatkan masyarakat setempat. Hasilnya sudah mulai dapat dilihat dengan kehadiran sejumlah obyek wisata baru yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

Mereka tergerak untuk berinovasi dan menggali kreativitas demi menarik minat wisatawan. Hal itu pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hasto berharap para peserta Tour De Menoreh mendapatkan pengalaman dan kesan tak terlupakan saat bersepeda sambil menikmati panorama di perbukitan menoreh dan kawasan pesisir selatan. Mereka lalu diharapkan setidaknya bisa menceritakan keindahan alam Kulonprogo kepada orang-orang terdekat.

“Harapannya jumlah wisatawan yang datang ke Kulonprogo semakin meningkat dan obyek wisatanya semakin dikenal,” kata dia.

Seorang peserta bernama Dani Adipta mengaku sudah beberapa kali bersepeda ke kawasan Waduk Sermo. Dia merasa tertantang dengan kondisi medan yang naik-turun dan banyak tanjakan.

“Bagi saya yang sering gowes, ini lumayan tantangannya. Jalurnya cantik. Ini memang salah satu jalur utama buat gowes,” kata anggota komunitas Gadjah Mada Gowes (GamaGo) itu.

Kesan serupa juga diungkapkan Astari, peserta asal Jogja lainnya. Ada tantangan tersendiri saat harus mengayuh di setiap tanjakan. Dia tidak mengelak ketika ditanya betapa melelahkannya rute gowes meski yang dilewati baru bagian permulaan. Namun, rasa lelah itu bisa teralihkan berkat keindahan pemandangan sepanjang perjalanan. “Bagus pemandangannya. Obyek wisatanya juga bagus,” ucap Astari.

Tour De Menoreh diselenggarakan Pemkab Kulonprogo dengan menggandeng Jogja Pro Event Organizer. Kegiatan tersebut juga mendapatkan dukungan dari berbagai sponsor, antara lain Bank BPD DIY, PT Aneka Tambang (Antam), Nasmoco Bantul, dan Hydro Coco.

Sebelum bersepeda, para pegowes menyempatkan antre untuk berfoto di beberapa spot yang disediakan penyelenggara. Selain itu, ada pula aksi penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam di Kulonprogo.

Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Raden Isnanta mengapresiasi langkah Pemkab Kulonprogo mengangkat konsep sport tourism melalui Tour De Menoreh. Olahraga bersepeda dimanfaatkan sebagai media untuk memperkenalkan potensi wisata kepada masyarakat. “Tapi yang paling utama, kami senang olahraga sudah jadi budaya,” ungkap Isnanta.

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…