Terdakwa kasus kepemilikan amunisi Muhammad Bahrun Naim menjalani sidang di Pengadilan Negeri Solo, 21 Februari 2011. (JIBI/Solopos/Dok) Terdakwa kasus kepemilikan amunisi Muhammad Bahrun Naim menjalani sidang di Pengadilan Negeri Solo, 21 Februari 2011. (JIBI/Solopos/Dok)
Senin, 4 Desember 2017 19:13 WIB JIBI/Solopos/Newswire Internasional Share :

Polisi Buru Penyebar Informasi Tewasnya Bahrun Naim

Polisi mencari penyebar informasi tewasnya Bahrun Naim, anggota ISIS asal Indonesia, di Suriah.

Solopos.com, JAKARTA — Mabes Polri tengah mencari penyebar informasi gembong teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) asal Indonesia, Bahrun Naim, telah tewas dalam peperangan di Suriah.

“Kami menelusi jejaknya di media-media sosial. Siapa yang mengawali penyebaran info ini, sehingga kami bisa mengetahui dari mana mereka mendapat informasi itu,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Kombes Pol. Martinus Sitompul, Senin (4/12/2017).

Martinus mengatakan Bahrun yang juga terlibat dalam sejumlah aksi teroristik di Indonesia itu sejak lama diketahui berada di Suriah. Bahrun juga telah menjadi target Polri, setelah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buronan kelas kakap.

Pengacara keluarga Bahrun, Anis Priyo Anshori, juga mengakui belum bisa memastikan kabar tewasnya Bahrun. Anis mengakui terus berkoordinasi dengan keluarga Bahrun di Solo untuk mencari kepastian kabar Bahrun.

“Kabar itu beredar di grup Whatsapp. Lalu saya cek ke bapaknya Bahrun, belum ada kabar,” tutur Anis kepada Anadolu Agency yang dikutip Suara.com.

Anis menuturkan, keluarga telah putus kontak dengan Bahrun semenjak kepergiannya ke Suriah untuk bergabung gerombolan teroris ISIS. Keluarga Bahrun, menurut Anis, juga tidak mengetahui kabar istri dan anak Bahrun yang turut dibawa ke Suriah.

“Tidak ada komunikasi selama ini dengan keluarga,” tukasnya.

Muhammad Bahrun Naim Anggih Tamtomo alias Bahrun Naim lahir di Pekalongan pada tanggal 6 September 1983. Dia adalah lulusan program D-3 Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelasa Maret.

Bahrun pergi ke Suriah untuk bergabung ISIS pada tahun 2014 dan hingga saat ini dianggap masih di Suriah dan tinggal di Raqqa. Naim sering dikaitkan dengan kelompok jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah, yang diketahui telah berbaiat ke ISIS.

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…