Ilustrasi lift (www.nationalrail.co.uk) Ilustrasi lift (www.nationalrail.co.uk)
Senin, 4 Desember 2017 22:01 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

Pengadaan Lift Gedung B Pemda Klaten Bakal Telan Rp2 Miliar

Pemkab Klaten menganggarkan Rp2 miliar untuk pengadaan lift Gedung B Pemda Klaten.

Solopos.com, KLATEN — Pemkab Klaten menyiapkan anggaran Rp2 miliar untuk pengadaan lift. Fasilitas itu bakal dipasang di kompleks gedung B pemerintah daerah (pemda).

Pengadaan lift itu masuk dalam anggaran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perwaskim). Pengadaan ini semula tidak dianggarkan, namun dalam pembahasan badan anggaran (Banggar) hal itu dianggarkan senilai Rp1,5 miliar. Saat pembahasan di Komisi III DPRD Klaten, anggaran bertambah Rp500 juta sehingga menjadi Rp2 miliar dalam RAPBD 2018.

Plt. Kepala Dinas Perwaskim Klaten, Pramana Agus Wijanarka, mengatakan pengadaan lift Pemda I hanya dilakukan untuk satu gedung, yakni Gedung B. Gedung tersebut terdiri dari empat lantai termasuk basement. Selain kompleks parkir, area basement terdapat kantor Bagian Umum.

Lantai I digunakan untuk ruang kerja bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, empat ruang asisten bupati, ajudan bupati, serta ruang rapat B1. Lantai II terdiri dari kantor Bagian Perekonomian, Bagian Tata Pemerintahan, Bagian Pembangunan, serta ruang rapat B2. Sedangkan lantai III digunakan untuk kantor Bagian Organisasi, Bagian Hukum, serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Gedung B terhubung oleh jembatan dengan gedung C yang juga terdiri dari empat lantai termasuk basement. “Suatu bangunan apabila lantainya lebih dari tiga lantai itu memang wajib menggunakan lift. Gedung pemda I itu kan ada empat lantai termasuk basement. Karena mungkin waktu pembangunan dulu tidak dilengkapi, ini kami susulkan,” kata Pramana, Senin (4/12/2017).

Selain berlantai empat, alasan pengadaan lift tersebut dimaksudkan efisiensi tenaga terutama pegawai pemkab yang berkantor di Gedung B hingga meningkatkan kinerja. Selama ini, para pegawai harus naik turun menggunakan tangga manual.

Dalam sehari, mereka bisa berulangkali naik turun tangga. “Dari lantai dasar sampai lantai III kan menggeh-menggeh. Dengan pengadaan lift ini harapannya bisa efisiensi juga,” kata Pramana.

lowongan pekerjaan
PT.MERAPI ARSITA GRAHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…