ilustrasi aktivitas nelayan di laut. (JIBI/Solopos/Dok.) ilustrasi aktivitas nelayan di laut. (JIBI/Solopos/Dok.)
Senin, 4 Desember 2017 12:20 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Nelayan Diimbau Tak Melaut Dahulu

Peringatan tersebut tak hanya bagi nelayan

Solopos.com, BANTUL-Nelayan Bantul diimbau tak melaut dahulu sebagai dampak dari siklon tropis Dahlia yang terjadi sejak Jumat (1/12/2017). Sementara,  Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Bantul meningkatkan pengawasan saat kunjungan wisata membludak di akhir pekan ini.

Sementara itu, Kepala Pengurus Harian BPBD Bantul Dwi Daryanto mengimbau para nelayan agar tidak melaut hingga siklon tropis Dahlia ini mereda. Menurutnya, ketinggian gelombang bahkan bisa sampai enam meter. “Jangan terlalu memaksakan diri untuk melaut karena justru akan membahayakan keselamatan,” ujar dia, Minggu (3/12/2017).

Peringatan tersebut tak hanya bagi nelayan. Dwi juga memperingatkan masyarakat yang beraktivitas di pinggir pantai untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi tersebut.

Beberapa waktu yang lalu Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menuturkan, siklon tropis Dahlia yang berada di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Tengah atau sekitar 290 km sebelah selatan barat daya Cilacap menyebabkan beberapa dampak. Di antaranya gelombang setinggi 2,5 – 4 meter di perairan barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu, Laut Jawa bagian tengah, perairan utara Jawa Tengah dan gelombang setinggi 4-6 meter di perairan selatan Banten serta gelombang setinggi 6-7 meter di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta masyarakat mewaspadai kenaikan tinggi gelombang, hujan lebat disertai angin kencang yang berbahaya bagi kapal berukuran kecil dan menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda. “Kami juga memantau adanya bibit siklon tropis 93W di Laut Andaman sebelah utara Aceh dan siklon tropis 97S di Samudera Hindia sebelah selatan NTT,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…