Kapolres Sleman, AKBP Burkan Rudy Satria didampingi oleh Kasatreskrim Sleman, AKP Rony Are dan Kasubag Humas Sleman, AKP Suharyanta menunjukkan sejumlah barang bukti yang berhasil disita dari pelaku perampokan di Mapolres Sleman, Senin (4/12/2017). (Harian Jogja/ Sekar Langit Nariswari) Kapolres Sleman, AKBP Burkan Rudy Satria didampingi oleh Kasatreskrim Sleman, AKP Rony Are dan Kasubag Humas Sleman, AKP Suharyanta menunjukkan sejumlah barang bukti yang berhasil disita dari pelaku perampokan di Mapolres Sleman, Senin (4/12/2017). (Harian Jogja/ Sekar Langit Nariswari)
Senin, 4 Desember 2017 18:55 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KRIMINAL SLEMAN
Beraksi Berlima, Komplotan Ini Tidak Saling Terbuka tentang Jumlah Rampokannya

Polres Sleman meringkus komplotan perampok yang beraksi di Purwomartani, Kalasan

Solopos.com, SLEMAN-Polres Sleman meringkus komplotan perampok yang beraksi di Purwomartani, Kalasan akhir bulan lalu.

Adapun, pelaku beraksi dengan alat berat dan mencongkel jendela rumah korbannya. Kemudian, penghuni rumah disekap dengan diikat kaki tangannya serta ditutup mulutnya sementara pelaku menggasak harta bendanya.

Baca juga : KRIMINAL SLEMAN : 5 Anggota Komplotan Rampok di Kalasan Tertangkap!

Saat kejadian, pelaku berbagai tugas sebagai supir, mencongkel pintu rumah, dan memotong gembok pintu gerbang. Tindakan ini berhasil menyebabkan kerugian sebesar Rp31 juta atas uang tunai dan berbagai barang berharga.

Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Rony Are menjelaskan jika komplotan ini sempat terlibat kecelakaan dalam perjalan dari Jakarta menuju Jogja. “Sempat nabrak truk, sebelum kejadian,” katanya, Senin (4/12/2017).

Uang sebesar Rp5 juta yang didapatkan dari hasil merampok ini kemudian dibayarkan untuk biaya reparasi mobil rental jenis Pajero ini sebesar Rp4juta.

Sisanya sebesar Rp1juta kemudian dibagi rata, masing-masing mendapatkan Rp200.000. Pelaku sendiri sebenarnya menggasak sejumlah barang elektronik dan perhiasan emas, hanya saja barang berharga ini tidak dijual dan dibagi rata hasilnya.

Pasalnya, Kasatreskrim menambah, diantara pelaku juga tidak saling terbuka soal hasil rampokan yang didapatkan oleh masing-masing orang.

MAR, salah satu pelaku beralasan melakukan tindak kriminal ini karena terpepet kebutuhan ekonomi. Korban yang merupakan satu keluarga ini disekap dan diikat saat kejadian agar tidak melarikan diri atau memberikan perlawanan. “Tidak dilukai sama sekali, cuma supaya tidak lari,” katanya.

Kelima pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda tujuh hari setelah melancarkan aksinya.

Anggota komplotan tersebut antara lain HD,41, warga Lamongan, EA, 30, warga Pemalang, BS, 30, warga Wonosari, MAR, 40, warga Garut, dan JS, 26, warga Jakarta Barat. Kapolres, AKBP Burkan Rudy Satria mengatakan komplotan ini beraksi secara acak.

lowongan pekerjaan
PT.SEJATI CIPTA MEBEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…