Pembalap Mrecedes Formula One Lewis Hamilton (tengah) mengacungkan jari sebagai pembalap tercepat di GP F1 Tiongkok 2014 didampingi Nico Rpsberg (kiri) yang menjadi juara kedua dan Fernando Alonso dari Ferrari yang menempati posisi ketiga. JIBI/Reuters/Aly Song
Senin, 4 Desember 2017 06:25 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Balap Share :

Kontroversi Logo Baru Formula One

Formula One memunculkan logo baru.

Solopos.com, LONDON — Formula 1 (F1) tak mempermasalahkan munculnya kontroversi atas peluncuran logo baru mereka musim depan. Pemilik baru, F1, Liberty Media, menganggap pro-kontra yang muncul adalah pertanda kepedulian fans terhadap ajang balap jet darat tersebut.

Diketahui, logo F1 lama dengan kombinasi warna hitam, putih dan merah yang telah dipakai selama 23 tahun terakhir bakal dipensiunkan mulai seri awal F1 di Abu Dhabi, tahun depan. Sebagai gantinya, F1 membuat logo baru yang didominasi warna merah dengan lekukan besar yang membentuk huruf F. Logo baru tersebut dianggap lebih ikonik dan modern dibanding logo sebelumnya.

Namun sebagian fans F1 ternyata tak sependapat dengan pergantian logo tersebut. Dalam video perkenalan logo baru yang diunggah di You Tube, jumlah penonton yang memencet “dislike” dua kali lebih banyak dibanding mereka yang menekan “like”. Juara dunia F1 musim lalu, Lewis Hamilton, bahkan terang-terangan lebih memilih logo lama.

Bos Komersial F1, Sean Bratches, tak menampik pergantian logo dalam olahraga bakal selalu memantik emosi tersendiri. Namun dia menilai kontroversi yang mengemuka sejauh ini berdampak positif bagi F1. Sebagian penikmat balap jet darat menganggap logo baru tak bisa menggantikan logo lama yang telanjur legendaris.

“Orang punya opini, itu bagus karena mereka peduli. Kami justru yakin [pro-kontra] ini dapat membuat citra F1 makin berkembang,” ujarnya seperti dilansir Motorsport, Minggu (3/12/2017).

Logo baru F1 bisa dibilang lebih sederhana dibanding logo lama. F1 mendapat inspirasi dari sudut pandang rendah dari dua mobil yang melintasi garis finis. Bratches mengatakan logo simple tersebut sangat cocok dengan pasar komersial masa kini yang berbasis digital.

Adapun logo lama dinilai kurang adaptif untuk platform digital meski punya makna tersembunyi. Ruang di antara huruf “F” dan angka “1” di loga lama sebenarnya membentuk angka 1.

“Jika kami mengadakan polling tentang logo lama, banyak dari mereka menghabiskan bertahun-tahun tanpa memahami kekosongan di antara bagian kiri dan kanan itu. Kami ingin membuat logonya sederhana dan jelas. Itu penting untuk era digital,” jelas Bratches.

Direktur Motorsport F1, Ross Brawn, mendukung sepenuhnya upaya pengubahan logo. Terlepas dari aspek komersial, Brawn menganggap logo baru jauh fleksibel dalam penggunaan di memorabilia F1 dan materi digital. Mantan Direktur Teknik Ferrari itu menilai fans perlu melihat bahwa F1 sedang memasuki era baru.

“Saat ini komunikasi visual semakin penting. Kita juga harus bergerak ke arah ini,” ujar Brawn.

lowongan pekerjaan
PT. Merak Jaya Abadi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Tanggung Jawab Kesehatan Masyarakat

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (29/11/2017). Esai ini karya Muhammad Sholahuddin, dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta dan kandidat doktor bidang ekonomi di International Islamic University Malaysia. Alamat e-mail penulis adalah muhammad.sholahuddin@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu terakhir ini beredar…